Berita

jokowi/net

Bisa Saja Jokowi Tercatat dalam Sejarah sebagai Mantan Bakal Capres Belaka

KAMIS, 10 APRIL 2014 | 10:49 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. PDI Perjuangan akan sulit membangun koalisi bersama-sama dengan Partai Amanat Nasional (PAN) maupun Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Bila PDIP memilih PKB, maka PAN bisa lari ke Golkar atau Gerindra, karena peluang Hatta Rajasa menjadi cawapres Jokowi menjadi lebih kecil dibandingkan dengan cawapres yang disodorkan oleh PKB. Begitu pun sebaliknya.

Dengan melihat peta ini, kata Direktur Eksekutif Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi (Sigma), Said Salahuddin, maka PDIP kemungkinan akan berkoalisi hanya dengan dua sampai tiga parpol saja, yaitu PKB atau PAN, Nasdem, dan PKPI.


"Itupun kalau PKPI tidak merapat ke Golkar. Sementara PBB sepertinya akan memilih ke Gerindra. Dan jika suara PDIP di jumlahkan dengan suara teman koalisinya itu, maka modal pencalonan Jokowi dalam Pilpres nanti hanya sekitar 30-35 persen saja," kata Said beberapa saat lalu (Kamis, 10/3).

Itu artinya, lanjut Said, raihan suara Jokowi dalam Pilpres nanti tidak akan lari jauh dari hasil Pileg itu. Sebab perolehan suara PDIP dalam Pileg sesungguhnya sudah mencerminkan besaran dukungan pemilih kepada Jokowi dalam Pilpres nanti.

"Nah, Jumlah 30-an persen itu agak berat untuk memenangkan Jokowi dalam Pilpres nanti. Bahkan, kalau 11 parpol lain kompak menolak berkoalisi dengan PDIP, maka Gubernur DKI Jakarta itu hanya akan tercatat dalam sejarah sebagai seorang mantan bakal calon Presiden saja. Dia tidak pernah benar-benar menjadi peserta Pilpres 2014," demikian Said. [ysa]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya