Berita

Politik

Ayo ke TPS, Jangan Pilih Politisi Bermasalah!

RABU, 09 APRIL 2014 | 06:16 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Bertepatan dengan pemilihan legislatif yang jatuh pada Rabu 9 April ini masyarakat diimbau agar tidak mendukung politisi yang bermasalah.

Menurut Ketua Setara Institute, Hendardi, pemilu adalah cara rakyat untuk menghukum secara politik aktor-aktor politik yang melakukan kejahatan di masa lalu tetapi tidak tersentuh oleh hukum hingga kini.

"Pemilu 2014 harus menjadi arena pengadilan politik bagi mereka. Satu cara sederhana untuk menumbuhkan harapan baru yakni dengan tidak memilih partai yang mengusung capres bermasalah, baik bermasalah dengan HAM, korupsi, juga intoleransi," katanya saat dihubungi tadi malam.


Hendardi berharap agar masyarakat tidak memberi kesempatan partai-partai yang dikendalikan tokoh-tokoh bermasalah menembus presidential threshold dengan memperoleh 20 persen suara nasional atau 25 persen kursi di parlemen.

"Ini adalah cara untuk membendung orang-orang bermasalah memimpin negara. Satu cara sederhana dengan tidak memilih partai yang bermasalah," jelasnya.

Dia menambahkan, hak asasi manusia (HAM) adalah nafas bernegara yang elemennya sejajar dengan cita-cita pencapaian kesejahteraan. HAM juga penggenap kesempurnaan konsepsi demokrasi konstitusional Indonesia.

"Sudah seharusnya aspek HAM menjadi salah satu pertimbangan rakyat dalam memilih partai politik pada pemilu," demikian Hendardi.[dem]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

UPDATE

KSP Kawal Pembangunan MRT Jakarta sebagai Proyek Strategis Nasional

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:24

BI Rate Naik Lagi Jadi 5,75 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:19

Putusan Hakim Tegaskan Keabsahan Tanda Tangan Ketum PPP dan Wasekjen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

PPKGBK Memverifikasi Penghuni Hotel Sultan Usai Eksekusi Pengosongan

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

Pemerintah Harus Benahi Kebijakan Domestik agar Investor Tak Kabur

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:10

PKB Usul Ambang Batas Parlemen 5 Sampai 7 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:01

Disinggung Aliran Duit ke Gus Yaqut, Fuad Hasan: Bahaya Kamu!

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:57

UMKM Binaan Pertamina Gelar Promo Gila-gilaan di Jakarta Fair 2026

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:55

Rapimnas II di Banten, KAMMI Teguhkan Arah Gerakan Kebangsaan

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:51

Pertamina Patra Niaga Pastikan Harga BBM Nonsubsidi Ikuti Formula Pasar

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:48

Selengkapnya