Berita

Politik

MIPPK Tidak Kredibel, Golkar Dirugikan

SENIN, 07 APRIL 2014 | 19:50 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Hasil seleksi caleg terbaik DPR RI versi Masyarakat Indonesia Pendukung Pemberantasan Korupsi (MIPPK) tidak kredibel dan sarat muatan. Selain tidak menyebut metode, seleksi yang dilakukan MIPPK tidak teliti. Kondisi ini merugikan Golkar karena salah satu calegnya dimasukkan dalam partai lain.

Demikian diungkapkan Rahmad Pribadi, lulusan Harvard University dan sekaligus Pengasuh Pondok Kebangsaan "Omah Paseduluran" Yogyakarta, Senin (7/4).
 
Sejak tiga hari lalu, MIPPK dengan hosting para mantan pimpinan KPK, Chandra Hamzah dan Amien Sunaryadi melalui Youtube, http://youtu.be/QFDim_tuIcE dalam versi Bingung Memilih menayangkan hasil seleksi caleg DPR RI terbaik seluruh Indonesia berdasarkan Dapil. Tayangan berdurasi 30 detik ini diklaim hasil seleksi dari 6607 caleg dari 77 Dapil seluruh Indonesia yang merebutkan 560 kursi.
 

 
"Terlepas dari niat baik MIPPK untuk menuntun para calon pemilih dalam mencoblos, tapi kredibilitas seleksi mereka perlu dipertanyakan," tegas Rahmad.

Pertama, kata Rahmad, karena menyangkut urusan korupsi maka metode dan kriteria seleksi harusnya ikut ditayangkan sehingga tidak salah tafsir.  Seharusnya mereka-mereka yang tidak korupsi atau diduga tidak korupsi masuk dalam kriteria terbaik. "Artinya, ini alasan kedua, yang tidak tercantum dalam caleg terbaik dapat dianggap atau diduga sebagai pelaku korupsi, karena MIPPK tidak mencantumkan metode dan kriteria penyeleksian," demikian dijelaskan Rahmad Pribadi, yang juga anggota Partai Golkar.
 
Hasil yang ditayangkan MIPPK, menurut Rahmad, tidak memiliki akurasi dan bahkan terkesan terburu-buru.  Sehingga tujuan untuk menuntut calon pemilih kepada kandidat yang dianggap terbaik tidak mencapai sasaran. Sebagai contoh, nama Siti Hediati Soeharto (Titik Soeharto) yang merupakan caleg dari Golkar, dinyatakan MIPPK terpilih sebagai caleg terbaik di dapil Yogyakarta. Namun demikian, ketika hasil ditayangkan, nama Titik Soeharto ditulis berasal dari PAN.

"Ini sungguh menyesatkan. Dalam kondisi tersebut, saya tidak tahu apakah Mbak Titik ataukah PAN nya yang diuntungkan. Atau malah sebaliknya, baik Mbak Titik dan juga PAN yang dirugikan?" tanya Rahmad, yang juga lulusan University Texas, Austin, AS.
 
Rahmad menilai, sebagai mantan pimpinan KPK, Chandra Hamzah dan Amien Sunaryadi dianggap sedang bermain “api” dalam pemilu 2014 ini. Masyarakat dapat menuntut MIPPK karena hasil seleksi itu tendensius yang secara tidak langsung menganggap caleg lain tidak bersih. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya