Berita

Gerak Indonesia Minta SBY Pecat Monica Wilhemina Wenas

SENIN, 07 APRIL 2014 | 19:11 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Puluhan massa yang tergabung dalam Gerakan Rakyat untuk Keadilan Indonesia (Gerak Indonesia) melakukan aksi di kantor DPD Partai Demokrat. Mereka mendesak agar Demokrat memecat anggota DPRD DKI Jakarta, Monica Wilhemina Wenas.

"Pecat Monica dalam dugaan mafia calo anggaran. Kami juga meminta agar aparat penegak hukum untuk menangkap dan mengadili Monica," kata Koordiantor Aksi, Noval, dalam orasinya di depan Gedung DPD Demokrat Jakarta, di Rawamangun, Jakarta Timur (Senin, 7/4).

Noval juga mengingatkan SBY yang dalam orasi politiknya berjanji tidak akan pandang bulu dalam memberantas korupsi. Oleh sebab itu, tidak ada alasan bagi Demokrat untuk tidak memecat Moncia yang saat ini menjabat sebagai Bendahara DPD Demokrat DKI.


"Pecat sekarang juga Monica sebagai anggota DPRD maupun kader partai Demokrat," pinta Noval.

Noval menambahkan 9 April, Rabu lusa warga Jakarta akan memilih para wakilnya di DPRD nanti. Mengingat Monica adalah caleg DPRD maka Gerak Indonesia meminta warga di Dapil DKI 4 untuk tidak memilih Monica sebagai Anggota DPRD periode 2014-2019.

"Mendesak KPK untuk mengusut sampai tuntas calo anggaran yg dilakukan oleh Monica Wilhemina Wenas," ucapnya.

Monica diduga menjadi calo anggaran. Monica menjadi calo yang menghubungkan orang daerah dengan Badan Anggaran DPR yang difasilitasi dengan Jhonny Alen Marbun.

"Mereka mengambil 5 persen dari dana yang disepakti untuk dialokasikan ke daerah. Seperti yang terjadi di Kabupaten serem Bagian Barat, Monica bersama Jhonny Allen mengambil 2 miliar dari dana 40 miliar rupiah yang dialokasikan," ungkap Noval. [ysa]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya