Berita

Mahasiswa Jakarta Desak Penegak Humum Tindak Mafia Transjakarta

SENIN, 07 APRIL 2014 | 19:02 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Penegak hukum diminta segera mengungkap kasus korupsi yang terjadi di Dinas Perhubungan DKI Jakarta, khususnya dalam hal pengadaan Transjakarta. Bahkan, selain diduga ada praktek korupsi, pengadaan Transjakarta ini juga tidak membuat layanan lebih baik.

Desakan itu disampaikan ratusan massa dari Gerakan Mahasiswa Jakarta (GMJ). Desakan ini disampaikan dalam aksi di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, hari ini (Senin, 7/4).

"Pemerintah telah mengeluarkan dana yang begitu besar untuk mewujudkan TransJakarta sebagai solusi dari kegelisahan warga Jakarta selama ini, tapi sayang mimpi itu terkubur karena banyak mafia yang bermain dalam proyek dibawah Dinas Perhubungan ini," Noval, Koordinator Aksi.


Tidak hanya itu, katanya, pembatalan pembangunan pelabuhan untuk warga di Kabupaten Kepulauan Seribu juga terhenti. Noval mepertanyakan kenapa ini bisa terjadi.

"Belum lagi sejumlah proyek Dishub di DKI Jakarta yang dilaksankan secara asal-asalan dan kualitas rendah. Tentunya ini banyak merugikan uang rakyat dan negara," tegas Noval.

Atas dasar itu, GMJ kata Noval mendesak agar penegak hukum menangkap semua mafia Busway yang terdapat ditubuh TransJakarta.

"Kami juga meminta agar proyek pengadaan busway di Jakarta dihentikan, karena hanya merugikan masyarakat Jakarta. Meminta kepada KPK, agar segera mengusut tuntas dan mengadili semua mafia busway," tandas Noval. [ysa]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya