Berita

Elit PDIP Percaya Rano Karno Tidak Terima Uang dari Wawan

MINGGU, 06 APRIL 2014 | 17:27 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kalangan elit PDI Perjuangan khawatir isu mengenai uang sebesar Rp 1,2 miliar yang katanya diterima Wakil Gubernur Banten Rano Karno sengaja dipelihara pihak tertentu untuk memojokkan PDIP menjelang Pemilu 2014.

Ketua DPP PDIP Ribka Tjiptaning mengatakan dirinya percaya pada penjelasan Rano Karno yang disampaikan beberapa hari lalu, bahwa tidak ada transfer uang seperti yang disampaikan Yayah Rodiyah di Pengadilan Tipikor.

Yayah Rodiyah adalah staf keuangan perusahaan Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, yang kini menjadi salah seorang terdakwa dalam kasus korupsi yang melibatkan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar.


"Dulu Rano diisukan menerima mahar Rp 7 miliar, lantas berubah jadi Rp 6 miliar. Lalu berubah lagi menjadi Rp 3 miliar. Nah, sekarang ada informasi Rp 1,2 miliar. Jadi, saya percaya pada Rano. Tidak ada transfer uang itu. Kan, bisa dicek di PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan) kalau memang benar itu ada," ujar Ribka dalam keterangan yang diterima redaksi.

"Saya khawtair isu ini dibiarkan beredar karena memiliki hubungan dengan pemilu 9 April 2014. Saya berharap kita bisa berkompetisi dalam pemilu secara sehat," sambungnya.

Ribka merasakan isu terkait aliran dana hasil tindak pidana korupsi itu semakin kuat berhembus menjelang Pemilu pada 9 April nanti. Ribka pun percaya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak akan bertindak gegabah dan tidak akan terpengaruh desakan pihak-pihak yang punya agenda sempit. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya