Kalangan elit PDI Perjuangan khawatir isu mengenai uang sebesar Rp 1,2 miliar yang katanya diterima Wakil Gubernur Banten Rano Karno sengaja dipelihara pihak tertentu untuk memojokkan PDIP menjelang Pemilu 2014.
Ketua DPP PDIP Ribka Tjiptaning mengatakan dirinya percaya pada penjelasan Rano Karno yang disampaikan beberapa hari lalu, bahwa tidak ada transfer uang seperti yang disampaikan Yayah Rodiyah di Pengadilan Tipikor.
Yayah Rodiyah adalah staf keuangan perusahaan Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, yang kini menjadi salah seorang terdakwa dalam kasus korupsi yang melibatkan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar.
"Dulu Rano diisukan menerima mahar Rp 7 miliar, lantas berubah jadi Rp 6 miliar. Lalu berubah lagi menjadi Rp 3 miliar. Nah, sekarang ada informasi Rp 1,2 miliar. Jadi, saya percaya pada Rano. Tidak ada transfer uang itu. Kan, bisa dicek di PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan) kalau memang benar itu ada," ujar Ribka dalam keterangan yang diterima redaksi.
"Saya khawtair isu ini dibiarkan beredar karena memiliki hubungan dengan pemilu 9 April 2014. Saya berharap kita bisa berkompetisi dalam pemilu secara sehat," sambungnya.
Ribka merasakan isu terkait aliran dana hasil tindak pidana korupsi itu semakin kuat berhembus menjelang Pemilu pada 9 April nanti. Ribka pun percaya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak akan bertindak gegabah dan tidak akan terpengaruh desakan pihak-pihak yang punya agenda sempit.
[dem]