Berita

Kapal Patroli Tiongkok Tangkap Gelombang Suara yang Diduga dari Kotak Hitam MH370

SABTU, 05 APRIL 2014 | 22:50 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Sebuah kapal patroli Republik Rakyat Tiongkok menangkap sinyal yang diperkirakan berasal dari kotak hitam pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang dalam perjalanan dari Kuala Lumpur menuju Beijing, hampir sebulan lalu.

Kantor berita resmi RRT, Xinhua, mengatakan bahwa kapal patroli milik Tiongkok itu sedang berpatroli di Samudera India hari ini (Sabtu, 5/4).

Namun sejauh ini, seperti dikutip dari CNN, koran resmi Kementerian Transportasi Tiongkok, China Communication News, Badan SAR Tiongkok belum dapat mengkonfirmasi penemuan itu.


Sinyal yang ditangkap kapal patroli Tiongkok itu disebutkan menggunakan gelombang 37,5 kHz yang biasa digunakan oleh perekam suara di kokpit pesawat dan perekam data penerbangan.

Jadi, sejauh ini, gelombang yang tertangkap itu, menurut Direktur Dukane Seacom, Anish Patel, identik dengan gelombang yang selama ini digunakan di kokpit-kokpit pesawat terbang.

Disebutkan bahwa gelombang 37,5 kHz digunakan karena tidak mudah terganggu oleh suara latar tempat rekaman dilakukan.

Patel mengatakan, dirinya perlu mempelajari bukti-bukti lain sebelum mengambil keputusan mengenai gelombang yang tertangkap itu. Misalnya, sonobuoys yang biasanya memilki ukuran panjang sekitar 13 sentimeter.

CNN juga mengutip penjelasan dari Pusat Kordinasi pencarian MH370 melalui e-mail yang mengatakan belum dapat mengkonfirmasi hal itu.

Informasi dari Angkatan Bersenjata Australia mengatakan kepada CNN mendapatkan laporan mengenai gelombang suara tersebut sekitar tengah hari, atau Jumat tengah malam Eastern Time (ET), dan belum lagi berhubungan selama 10 jam sejak menerima informasi itu. [dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Kapolri Resmikan Laboratorium Uji Seragam untuk Tingkatkan Perlindungan

Rabu, 13 Mei 2026 | 00:17

MK Tolak Gugatan UU IKN, Ibu Kota RI Tetap Jakarta

Rabu, 13 Mei 2026 | 00:00

Menhut Gaungkan Pengakuan Hutan Adat di Markas PBB

Selasa, 12 Mei 2026 | 23:39

Rupiah Babak Belur, BI Kembali Sebut Kebutuhan Dolar Membludak

Selasa, 12 Mei 2026 | 23:12

Eks Kasat Narkoba Polres Kutai Barat Diduga jadi Kaki Tangan Bandar Narkoba Kelas Kakap

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:49

Laut dan Manusia Harus Saling Menjaga

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:39

Bleng-Blengan Sawah Blora, Cara Lama Petani Usir Tikus

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:28

Peradilan Berjalan, GMNI Tetap Minta Dibentuk TGPF Kasus Andrie Yunus

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:16

Menkop dan Wakil Panglima Kompak Kawal Operasional Kopdes

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:10

Masa Depan Hotel Mewah dan Pariwisata di Indonesia Tourism Xchange 2026

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:01

Selengkapnya