Berita

Puan Maharani Pun Bernyanyi di Kampanye Putaran Terakhir

SABTU, 05 APRIL 2014 | 21:01 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Ternyata Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPP PDI Perjuangan, Puan Maharani, bukan hanya seorang orator yang membakar semangat kader dalam setiap kampanye, namun juga bisa bernyanyi.

Dalam kampanye putaran terakhir PDI Perjuangan di Sukoharjo, Jawa Tengah (Sabtu, 5/4), Puan menunjukkan kebolehannya dalam olah vokal. Maka jadilah kampanye ini terasa berbeda dengan kampanye sebelumnya.

Di depan belasan ribu kader dan simpatisan PDIP yang berdesak-desakan, Puan menyanyikan lagu "Hanya Ingin Kau Tahu" milik  grup band Republik. Puan bernyanyi diiringi langsung oleh Republik.


"Saya sengaja tidak buru-buru meninggalkan lapangan ini. Ini (Republik) kan band ngetop, sebelum saya dan Bu Mega meninggalkan lapangan ini, boleh dong saya nyanyi," ujar Puan menyampaikan prolog sebelum bernyanyi. Tepuk riuh pun langsung terdengar.

Setelah intro lagu terdengar, mengalunlan lirik-lirik lagu yang tersohor itu dari mulut Puan. "Ku telah miliki/ rasa indahnya perihku/ rasa hancurnya harapku/ Kau lepas cintaku..."

Suasana semakin penuh kegirangan ketika di tengah-tengah lagu, Republik memasukkan irama reggae. Para kader yang antusias menghadiri kampanye PDIP itu pun ikut bernyanyi dan bergoyang.

Bahkan, Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri ikut larut dalam suasana. Presiden  RI kelima yang duduk di kursi terdepan di panggung setinggi dua meter itu terlihat menjentik-jentikkan jempol dan jari tengahnya untuk mengiringi alunan lagu dari Republik. [ysa]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya