Berita

rizal ramli/net

Rizal Ramli: Indonesia Perlu Pemimpin yang Berani Hapus Kartel

SABTU, 05 APRIL 2014 | 17:14 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Para penganut paham neoliberalisme dapat dideteksi dari kebijakan-kebijakan ekonomi yang mereka hasilkan dan telah berlangsung selama ini.

Ekonom senior Indonesia, Rizal Ramli, mencontohkan kebijakan impor berlebihan atas komoditas yang sebenarnya bisa diproduksi bangsa Indonesia. Impor komoditas pertanian seperti bawang misalnya telah membuat petani Indonesia kehilangan daya saing, harga jatuh. Parahnya, kondisi ini diciptakan oleh kartel yang didukung kebijakan pemerintah.

"Saat musim panen justru diadakan impor besar. Akibatnya harga jatuh, petani kehilangan semangat menanam, kemudian komoditas semakin langka, dan ini mendorong impor yang lebih besar lagi," ujar tokoh perubahan nasional itu saat bersilaturahmi dengan pimpinan dan redaksi Harian Radar Tegal di kantor Radar Tegal Jawa Tengah, Jalan Perintis Kemerdekaan, Sabtu (5/4).


"Yang paling penting dihapus lebih dulu adalah kartel, diganti sistem tarif. Siapa saja boleh, tetapi petani tetap dilindungi. Perlu calon pemimpin yang berani melawan kartel," sambung dia.

Calon Presiden paling ideal versi Lembaga Pemilih Indonesia ini menyatakan, pemerintah juga gagap dalam mendorong perkembangan industri pengolahan makanan. Indonesia punya potensi karena punya bahan pokok. Sayangnya tidak dikelola dengan baik.

Makanan kecil di supermarket dan waralaba, misalnya, kebanyakan produk impor. Padahal kualitas makanan kecil Indonesia juga baik, kelemahannya hanya pada  kemasan saja.

Pemerintah, kata Rizal, seharusnya mendorong dengan membantu pelatihan membuat kemasan makanan yang menarik, serta menyediakan alat-alatnya.

"Ini sebenarnya tidak mahal, tetapi tidak dilakukan pemerintah," tandasnya. [ald]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Kapolri Resmikan Laboratorium Uji Seragam untuk Tingkatkan Perlindungan

Rabu, 13 Mei 2026 | 00:17

MK Tolak Gugatan UU IKN, Ibu Kota RI Tetap Jakarta

Rabu, 13 Mei 2026 | 00:00

Menhut Gaungkan Pengakuan Hutan Adat di Markas PBB

Selasa, 12 Mei 2026 | 23:39

Rupiah Babak Belur, BI Kembali Sebut Kebutuhan Dolar Membludak

Selasa, 12 Mei 2026 | 23:12

Eks Kasat Narkoba Polres Kutai Barat Diduga jadi Kaki Tangan Bandar Narkoba Kelas Kakap

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:49

Laut dan Manusia Harus Saling Menjaga

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:39

Bleng-Blengan Sawah Blora, Cara Lama Petani Usir Tikus

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:28

Peradilan Berjalan, GMNI Tetap Minta Dibentuk TGPF Kasus Andrie Yunus

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:16

Menkop dan Wakil Panglima Kompak Kawal Operasional Kopdes

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:10

Masa Depan Hotel Mewah dan Pariwisata di Indonesia Tourism Xchange 2026

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:01

Selengkapnya