Calon Presiden Konvensi Partai Demokrat Ali Masykur Musa menyatakan perlunya mengokohkan jiwa nasionalisme di kalangan generasi muda. Saat ini menurut dia telah terjadi intrusi bahkan invasi nilai-nilai dari luar yang bertentangan dengan nilai-nilai nasionalisme.
"Paham liberalisme dan individualisme dengan mudahnya menjadi santapan mahasiswa, bahkan tak jarang dasar-dasar paham tersebut dikuliahkan di kampus-kampus. Kampus tidak boleh melakukan pembiaran terhadap nilai-nilai yang bertentangan dengan Pancasila. Nasionalisme harus diperkokoh," ujar dia saat memberikan kuliah umum di IAIN Mataram Lombok, Jumat (4/4).
Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI ini menjelaskan, kampus adalah tempat penggodokan generasi muda yang memiliki kualitas kepemimpinan dan integritas tinggi kepada bangsa. Sehingga kelak, ketika mereka terjun ke masyarakat, mereka dapat menjadi agen sekaligus pelopor menebar semangat dan sikap nasionalisme.
Dijelaskan dia, sejarah mencatat bahwa lembaga pendidikan seperti kampus telah melahirkan banyak tokoh nasionalis. Adalah para pelajar dan mahasiswa yang digodok di kampus-kampus merombak zaman mengikrarkan Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Semangat nasionalisme dipupuk dan disemai dalam diri para pelajar dan mahasiswa kala itu.
Ali Masykur Musa, seperti tertulis dalam keterangan pers yang diterima redaksi, mengatakan bahwa dalam nasionalisme terkandung makna persatuan dan cinta tanah air. Dengan semangat nasionalisme, kita dituntut benar-benar mengutamakan kepentingan nasional tanpa mengabaikan tanggung jawab global.
"Kampus adalah ujung tombak pengaderan generasi nasionalis. Ketajaman intelektual, sikap kritis, dan gairah berorganisasi mahasiswa bisa menjadi wahana meningkatkan integritas dan memupuk sikap nasionalisme sebagai generasi muda," terang Cak Ali.
Selain itu, terang Ketua Umum Ikatan Sarjana NU ini, masih banyak cara bagi kampus untuk menanamkan semangat dan sikap nasionalisme, diantaranya, memasukkan kurikulum pendidikan karakter.
"Harapan saya, jika pendidikan karakter sudah dilakukan, nasionalisme akan tumbuh dan bersemi. Mengangkat martabat bangsa bukan hanya kewajiban pemerintah, tetapi perjuangan semua. Mahasiswa harus disadarkan tentang tanggung jawab intelektualnya terhadap bangsa," harap Capres yang mengusung visi Indonesia Adil, Makmur, berMartabat (Indonesia AMM) ini.
[dem]Â