Berita

foto:net

Politik

Caleg Dapil DKI 2 Diminta Ikut Awasi Pemilu di Malaysia

KAMIS, 03 APRIL 2014 | 20:09 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Berbeda dengan Pileg di tanah air yang diselenggarakan secara serentak pada 9 April. Di Malaysia, pencoblosan bagi warga negara     Indonesia dibagi menjadi tiga metode partipasi yakni, pemilih pos yang sudah dimulai sejak 26 maret lalu, metode Dropbox yaitu panitia langsung mengirimkan petugas lapangan di kawasan yang jauh dari Kuala Lumpur, dan TPS yang baru dilaksanakan 6 April mendatang.

Untuk mengawasi transparansi Pemilu di Malaysia tersebut, Persatuan Pelajar Indonesia se-Malaysia (PPI-M) membentuk tim pemantau Pemilu. Tujuannya, agar Pemilu di luar negeri menghasilkan produk yang sesuai dengan harapan masyarakat.

"Kami terus menghimpun informasi dan fakta kejanggalan, dengan harapan APBN yang dialokasikan bagi Pemilu LN tidak mubazir dan produk anggota DPR-nya berintegritas," tegas Ketua PPI Malaysia Gushairi kepada Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu (Kamis, 3/4).


Gushairi mengatakan bahwa timnya telah menemukan banyak menemukan kelemahan signifikan dalam Pemilu 2014 ini. Terlebih sejak awal penunjukan panitia Pemilu yang tidak transparan dan mengabaikan unsur mahasiswa ini terus menuai protes.

Hasilnya, respon atas protes yang disampaikan kalangan TKI dan mahasiswa ditanggapi secara tambal-sulam ditambah tidak adanya permintaan maaf resmi dari penyelenggara, yakni PPLN Kuala Lumpur atas kesemrawutan data pemilih. Termasuk temuan-temuan kejanggalan pemilu dari tim pemantau PPI se-Malaysia yang juga ditanggapi sebelah mata oleh penyelenggara.

Dikarenakan belum ada itikad baik dari penyelenggara dan Panwaslu untuk mengklarifikasi berbagai temuan lapangan PPI, maka PPI mengajak pemilih WNI sekaligus para caleg yang berkompetisi di dapil DKI 2 untuk ikut andil mengawasi penyelenggara Pemilu di luar negeri.

"Khususnya di Malaysia yang punya pemilih mencapai 1,2 juta jiwa atau lebih dari separuh total pemilih luar negeri seluruh dunia," pungkas Gushairi.[wid]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya