Berita

foto:net

Politik

Gawat, Pemilu RI di Malaysia Serabutan dan Rawan Penyelewengan

KAMIS, 03 APRIL 2014 | 18:29 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Seperti sudah menjadi tradisi, penyelenggaraan Pemilu RI di Malaysia selalu saja menghasilkan polemik dari mulai sebelum pelaksanaaan hingga pengumuman.

Hal ini sebagaimana hasil temuan dari pihak pemantau Pemilu dari Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) se-Malaysia di kawasan Melaka, Perak dan Negeri Sembilan. Ketua PPI se-Malaysia, Agus Hairi mengemukakan temuan kekisruhan antara surat suara yang dikelola oleh PPLN selaku penyelenggara Pemilu di Kuala Lumpur dan penyelenggara lokal pada kawasan pabrik/perkebunan yang mempekerjakan TKI.

Perusahaan-perusahan tersebut bingung karena supervisi dan koordinasi yang minim dari PPLN. Hasilnya, pengelolaan ribuan surat suara terkesan dikelola seadanya dan minim pengawasan.


"PPLN hanya meletakkan ribuan surat suara pada pihak pengelola atau kepala asrama lalu diambil kembali pada 3 hari berikutnya," papar pria yang akrab disapa Gushairi kepada Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu (Kamis, 3/4).

Tim pemantau PPI juga menemukan bahwa sebagaian besar pemilih kecewa dengan jadwal pencoblosan. Seperti Nia, pekerja pabrik semikonduktor yang sangat antusias berpartisipasi mencoblos ini kecewa lantaran telah berhari-hari menunggu pengumuman pencoblosan. Secara mengejutkan pihak pengelola mengumumkan waktu pencoblosan kurang dari 24 jam dengan waktu pelaksanaan yang sempit.

"Bayangkan, ada 1.131 surat suara yang kemungkinan besar tidak sempat dicoblos pemilih dan panitia di asrama kami karena surat suara disimpan di kamar kepala asrama, siapa yang tahu kalo kepala asrama mihak partai tertentu," ujar Gushairi menuturkan kegelisahan Nia.

Menurut Gushairi kejanggalan Pemilu di Malaysia akan terus berlanjut. Terlebih fokus WNI pemilih masih berasumsi bahwa Pemilu di Malaysia baru akan dimulai pada 6 April lusa.

"Namun faktanya, surat suara sudah datang dan waktu pencoblosan pun dibatasi hingga hari ini saja untuk kemudia dikirim kembali ke KBRI Kuala Lumpur, entah apa yang mungkin terjadi sepanjang jalan bagi ribuan surat suara tak bertuan ini," tandasnya.[wid]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya