Elektabiltas PDIP menempati urutan tertinggi di wilayah ibu kota DKI Jakarta. Menjelang detik-detik pencoblosan Pemilu 2014, PDIP mampu mengambil alih posisi Demokrat sebagai pemenang pada Pemilu 2009 di wilayah DKI Jakarta.
"PDIP unggul jauh dari parpol peserta pemilu lainnya seperti PKS, Gerindra, Golkar, PPP, PKB, PAN dan seterusnya," ujar Direktur Eksekutif Lembaga Survei Independen Nusantara (LSIN) Yasin Mohammad memaparkan hasil rilisnya (Kami, 3/4).
Yasin mengatakan hasil survei LSIN elektabilitas PDIP menempati posisi teratas dengan selisih jauh dari parpol lainnya. Saat ini tingkat keterpilihan PDIP di wilayah DKI Jakarta sebesar 16,7% disusul Gerindra dengan 8,9%, PKS 8,7%, Demokrat 8,5%, Golkar 7,2%. Lalu, PPP dengan elektabilitas 4,9%, PKB 4,4%, PAN 4,0%, Hanura 3,6%, NASDEM 1,5%, PBB 1,3%, dan PKPI 1,1%,
"Selebihnya, 29,4% tidak menjawab atau tidak tahu," papar Yasin.
Dia menjelaskan berdasarkan hasil survei LSIN terhadap elektabiltas parpol ini menunjukkan bahwa telah terjadi perubahan peta kecenderungan pemilih di DKI Jakarta dibanding Pemilu 2004 dan 2009. Pada Pemilu 2004 PKS yang mengusung isu politik bersih mampu menjadi pemenang Pemilu, Pada Pemilu 2009 dimenangkan Demokrat yang mengusung isu anti korupsi dan citra kepemimpinan SBY.
LSIN melakukan survei elektabilitas parpol ini pada rentang waktu 10-15 Maret 2014, dengan melibatkan 500 responden dari 5 Kota di wilayah DKI Jakarta dan 1 kabupaten yaitu Kepulauan Seribu. Survei dimaksudkan untuk menjajaki aspirasi publik terhadap elektabilitas Parpol menjelang pencoblosan 9 April 2014.
[dem]