Berita

PENGADAAN BUSWAY

Mahasiswa Jakarta Minta KPK Juga Periksa Jokowi

RABU, 02 APRIL 2014 | 06:38 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Sikap Gubernur Joko Widodo yang terlihat lepas tanggung jawab atas dugaan korupsi penggunaan pengadaan busway patut disesalkan. Dan di sisi lain, KPK, BPK dan DPRD DKI Jakarta harus membongkar dugaan korupsi pengadan bus way ini.

"Usut tuntas pengadaan bus trans jakarta yang merugikan APBD DKI sebesar 1 triliun rupiah ini. Periksa dan evaluasi penggunaan APBD DKI selama dua tahun Jokowi menjabat," kata aktivis Persatuan Mahasiswa Jakarta (Permata DKI), Ahmad Faturozzi.

Permata DKI, yang merupakan gabungan mahasiswa dari Jakarta ini pun meminta KPK untuk mengusut indikasi keterlibatan Gubnernur Joko Widodo. Faturozzi juga meminta agar memeriksa seluruh kebijakan gubunur Jokowi yang diduga menyalagunakan wewenangnya untuk sengaja memperkaya pihak tertentu yaitu mantan timsesnya pada pilkada lalu.


"Dari Jakarta kita selamatkan Indonesia," tandasnya.

Selasa kemarin (1/4), Permata melakukan aksi demo di Bundaran HI. Mereka mendesak agar penegak hukum menyelesaikan dugaan korupsi pada pengadaan busway yang dilakukan oleh pemerintah provinsi DKI Jakarta.

Dengan membawa poster "Busway Korupsi Ayo usut Jokowi" mereka mempertanyakan  pengadaan Bus Transjakarta yang menelan anggaran sebesar Rp 1 triliun. Mereka juga mempertanyakan mengapa bus yang didatangkan dari China itu berkarat dan tidak layak. [ysa]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya