Berita

andi arief/net

Politik

Andi Arief: Kebohongan Jokowi Cs Sistematis

MINGGU, 30 MARET 2014 | 13:15 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pemberitaan mengenai mantan tim sukses Joko Widodo saat pilwalkot Solo, Michael Bimo Putranto, yang diduga ikut "bermain" dalam kasus dugaan korupsi pengadaan bus TransJakarta semakin marak.

Pasalnya, dugaan korupsi yang mengakibatkan kerugian keuangan negara hingga Rp 3,8 miliar itu selalu dikaitkan dengan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, yang juga capres dari PDIP. Namun sayang, mantan Walikota Solo itu beserta jajaran petinggi PDIP membantah mengenal Bimo Putranto.

Staf Khusus Presiden Bidang Bencana Andi Arief menganggap bantahan petinggi partai banteng moncong putih itu sebagai kebohongan yang sistematis. Andi bahkan menjabarkan beberapa pertemuan antara petinggi PDIP dengan Bimo Putranto dalam beberapa acara.


Seperti contoh saat Puan Maharani hadir dalam apel siaga PDIP menghadapi pemenangan Ganjar Pranowo sebagai Gubernur Jateng pada 14 April 2013 di Manahan, Solo, Jateng. Dalam kesempatan itu, putri Megawati tersebut bertindak sebagai inspektur upacara dengan komandan upacara Bimo Putranto, yang saat itu menjabat sebagai wakil ketua DPD PDIP Jateng Bidang Pemuda. Hadir juga dalam acara tersebut Tjahjo Kumolo dan Ganjar Pranowo.

Sementara Jokowi merupakan rekan baik Bimo Putranto di Jawa Tengah. Pasalnya, kedua orang tersebut sama-sama menjabat sebagai wakil ketua dalam jajaran kepengurusan DPD PDIP Jateng periode 2005-2010. Jadi dapat disimpulkan bahwa Jokowi, Puan Maharani, Ganjar Pranowo, dan  Tjahjo Kumolo sangat mengenal Bimo Putranto.

"Jokowi harus menyudahi kebiasaan berbohongnya. Dia boleh rapopo tapi rakyat rabodoh," ujar Andi Arief kepada Rakyat Merdeka Online (Minggu, 30/3).

Lebih lanjut Andi berharap agar KPK bisa segera mengusut keterlibatan Jokowi dalam kasus pengadaan bus TransJakarta. Hal ini bertujuan agar masyarakat tahu siapa sebenarnya Jokowi dan sandiwara PDIP tidak menjadi masalah di kemudian hari.

"Semoga KPK bisa bertindak, meski hati kecil saya menyatakan belum tentu berani," tandasnya. [ian]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya