Berita

istimewa

Politik

TKI Malaysia Gelisah Jarak Lokasi TPS Jauh

MINGGU, 30 MARET 2014 | 07:55 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Sistem penyelenggaraaan Pemilu 2014 untuk dapil luar negeri masih mengalami beberapa kendala. Di Perak, Malaysia, sebagian besar TKI yang bekerja di pabrik semikonduktor terkejut usai melihat lokasi TPS melalui aplikasi android. Pasalnya, lokasi TPS mereka terletak sangat jauh domisili mereka, bahkan ada yang mencapai hingga 150 kilometer.

Begitu disampaikan Presidium Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) se-Malaysia, Agus Hairi kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Minggu, 30/3). Agus mengatakan bahwa ia sempat bertemu dengan TKI Indonesia bernama Sani yang mengaku enggan memilih lantaran dari asrama pabrik ke TPS berjarak 150 kilometer.

"Bagaimana mungkin saya berjalan sejauh itu hanya untuk mencoblos, kami kecewa dengan Panitia Pemilu di Kuala Lumpur," kata agus menirukan keluhan Sani.


Lain lagi dengan Dewi. Seorang pekerja di pabrik yang sama itu menuturkan bahwa dirinya kebingungan lantaran tidak tahun dimana lokasi TPS miliknya.

"Saya tinggal di asrama panorama, tetapi ketika di cek lokasi TPS diarahkan ke Hutan Lintang yang saya nggak tahu dimana lokasinya," ujar Sani kepada Tim Pemantau dari PPI Malaysia itu.

Hingga sampai saat ini, kata Agus, pihak penyelenggara belum bisa memberikan klarifikasi permasalahan apa yang terjadi dalam system data dan alokasi pemilih tersebut. Tim Pemantau dari PPI Malaysia telah mengkonfirmasi hal ini kepada PPLN Kuala Lumpur. Namun sayang, PPLN Kuala Lumpur hanya memberi penjelasan singkat bahwa aplikasi android tersebut merujuk pada pusat database PPLN.

"Apakah hal ini mengindikasikan database DPT PPLN Kuala Lumpur tidak valid, bagaimana kualitas Pemilu dengan situasi seperti ini?" tandasnya.[ian]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya