Berita

Politik

PMKRI Desak Presiden Serius Tangani Masalah Tapal Batas

JUMAT, 28 MARET 2014 | 21:49 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pemerintah harus serius menangani persoalan tapal batas di seluruh daerah perbatasan. Ketidakseriusan pemerintah dalam menangani persoalan perbatasan di Indonesia akan menguatkan gejolak disintegrasi di seluruh kawasan perbatasan.

Begitu antara lain pandangan yang mencuat dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) VII Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) di Langgur, Maluku Tenggara,  Jumat (28/3).

"Kami mendesak pemerintah untuk segera menyelesaikan persoalan tapal batas di Kalimantan, Papua, Maluku, dan NTT. Ketidakseriusan pemerintah semakin menguatkan gejolak disintegrasi di kawasan perbatasan," tegas Pius Oktavianus, delegasi Rakernas VII PMKRI Cabang Manokwari disela-sela Focused Group Discussion (FGD) Rakernas VII


PMKRI menilai sikap pemerintah yang hanya menitikberatkan urusan tapal batas pada aspek teritorial merupakan sebuah kekeliruan pemerintah dalam menyelesaikan persoalan tapal batas. Data PMKRI menunjukan bahwa minimnya infrastruktur, fasilitas pendidikan dan kesehatan, serta kemiskinan masyarakat di kawasan perbatasan merupakan realita yang dialami masyarakat diwilayah perbatasan.

"Disisi lain, ada juga program dan bantuan dari negara tetangga untuk masyarakat di perbatasan yang dinilai dapat menjadi solusi terhadap persoalan kesejahteraan yang dialami masyarakat di wilayah perbatasan" tambah Gerry, delegasi PMKRI Cabang Pontianak, Kalimantan Barat

Dalam pernyataan sikapnya, PMKRI pun mendesak agar presiden SBY serius menjawab tuntutan masyarakat sekaligus melaksanakan agenda pembangunan di kawasan perbatasan.

"Jangan sampai persoalan kesejahteraan tersebut berujung pada gejolak disintegrasi" tutup Gerry.[dem]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya