Berita

santri/net

Politik

Pesantren dan Santri Modal Utama Jadi Bangsa Besar

JUMAT, 28 MARET 2014 | 10:33 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Peran sentral santri dan pesantren tidak bisa dipisahkan dalam pembangunan dan persatuan bangsa Indonesia.

Demikian disampaikan Dewan Pembina sekaligus Peserta Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat, Pramono Edhie Wibowo dalam taushiyah kebangsaan pada 'Malam Cinta Rasul' di lapangan Mengger, Pandeglang, Banten, Kamis malam (27/3).

"Indonesia adalah negara dengan penduduk beragama Islam terbesar di dunia. Indonesia juga merupakan negara dengan ratusan juta penduduk yang majemuk. Pesanteren dan santri memainkan peran sentral dalam persatuan bangsa yang majemuk ini. Tanpa persatuan tidak mungkin pembangunan bisa dilakukan," jelas Edhie.


Terkait jumlah santri di Indonesia sebanyak 6 juta dari 27 ribu pesantren, Edhie menyatakan para santri adalah kekuatan luar biasa Indonesia yang tidak dimiliki negara lain.

"Jumlah santri dan santriwati yang luar biasa besar ini merupakan modal utama Indonesia untuk menjadi bangsa yang besar. Mari kita bangun Indonesia dengan menjaga kerukunan dan kedamaian yang dimulai dari rumah dan keluarga kita sendiri," himbau Edhie dalam rilisnya.

Acara 'Malam Cinta Rasul' juga diisi oleh dakwah dan taushiyah yang dilakukan oleh Ustadz Solmed, Anggota DPR RI, KH. Qomarudin. Sementara pembacaan Kalamullah ayat-ayat Al-Quran dilakukan oleh Qari Internasional, K.H. Mu'ammar ZA.

Dalam kesempatan ini Edhie didaulat untuk turut menandatangani 'Ikrar Malam Cinta Rasul' yang isinya komitmen untuk menjalin kebersamaan dalam semangat persatuan dan kesatuan dalam menjalani pembangunan sesuai teladan yang diberikan Nabi Besar Muhammad, dalam bingkai NKRI, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, dan UUD 1945. Acara 'Malam Cinta Rasul' ditutup dengan pembacaan Shalawat Nabi yang dipimpin oleh Pendekar Sholawat K.H. Salimul Apip selama dua jam tanpa henti. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya