Berita

kostrad tni

Prajurit TNI Terus Padamkan Kebakaran Hutan Riau

JUMAT, 28 MARET 2014 | 10:09 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Parajururit TNI terus melakukan pemadaman api dan asap di Provinsi Riau. Hari ini mereka melaksanakan pemadaman di daerah Sei Pakning, Bengkalis, Riau dengan luas lahan terbakar 2,2 hektar, dan lahan yang dipadamkan 0,7 hektar, dengan jumlah 5 titik yang dipadamkan.

Letda Czi M Sulaiman yang memimpin Satgas Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (PRC-PB) TNI, mengatakan, kondisi di lapangan, lahan yang terbakar kurang lebih luasnya mencapai 50 hektar, dengan medan berupa ladang gambut yang berbukit dan jurang serta struktur tanah yang miring ditambah dengan tiupan angin yang selalu berubah-ubah.

Sementara itu, dari satelit udara BNPB yang terpantau memang bisa dikatakan sulit untuk dipadamkan dikarenakan satu titik api panjangnya kurang lebih 5 sampai dengan 10 meter.


Dengan peralatan berupa 3 unit mesin pemadam (Robin), secara bergantian para prajurit Kostrad melaksanakan pemadaman api. Angin yang bertiup kencang secara tiba-tiba bisa menyulitkan para prajurit untuk menyemprotkan air. Apabila api disemprot dengan air maka tidak langsung padam, tetapi bisa dibawa angin ke lahan yang kering dan pindah ke lahan gambut yang lain.

"Arah tiupan angin menjadi pertimbangan dalam faktor penyemprotan, bila angin kencang maka penyemprotan api harus pindah ke bagian ujung titik api yang terbakar, sehingga menjadi tepat sasaran dalam pemadaman," kata Sulaiman dalam rilisnya sesaat lalu, Jumat (28/3).

Namun para prajurit Kostrad yang tergabung dalam Satgas Terpadu Penanggulangan Bencana Asap Riau, berjumlah 11 personil dari Batalyon Zeni Pertempuran, sudah terlatih di lapangan, masih memiliki semangat tinggi. Semangat didasari dengan jiwa yang tulus, berani, jujur dan ikhlas dengan prinsip berbuat terbaik, berani, tulus dan ikhlas  bagi bangsa dan negara. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya