Berita

jokowi

Bukan Tidak Mungkin Pencapresan Jokowi Dikocok Ulang

KAMIS, 27 MARET 2014 | 07:12 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Peta politik seputar pencapresan masih sangat cair, dan masih sangat dinamis. Bisa jadi capres-capres yang sudah muncul akan bertumbangan satu per satu.

Aburizal Bakrie misalnya, bisa jadi pencapresannya akan dievalusi setelah melihat hasil pileg. Pun demikian dengan Wiranto dan Prabowo, yang sama-sama punya persoalan elektoral di tingkat partai. Bahkan tak terkecuali dengan Jokowi.

Di antara tiga capres lain, Jokowi memang paling terlihat siap. Dari sisi partai, PDI Perjuangan paling siap menghadapi pemilu. Pun demikian dari sisi personal, elektabilitas Jokowi paling tinggi.


Namun demikian, bukan berarti jalan dia menuju kursi presiden akan mulus.

Dari sisi eksternal, akan ada banyak serangan pada Jokowi yang semakin massif. Namun yang tidak kalah menarik adalah persoalan internal. Disebutkan, masih ada orang dalam PDI Perjuangan yang tidak puas dengan pencapresan Jokowi. Alasan mereka bermacam-macam, dari hal idealisme pada partai dan melihat Jokowi bukan kader inti, hinggi persoalan pragmatis soal jabatan, uang, dan keamanan hukum bila Jokowi jadi presiden.

Persoalan dari dalam inilah yang kabarnya masih menguat. Lebih-lebih, hingga saat ini, sosok Jokowi belum dilibatkan secara massif dalam iklan di televisi.

Ini sinyal bahwa masih ada elit PDI Perjuangan yang belum menerima pencapresan Jokowi. Dan lebih membahayakan pencapresan Jokowi, mereka tidak tinggal diam dan terus bermanuver. Di antara dasar manuver mereka, surat perintah Megawati kepada Jokowi masih tidak formal dan bukan berupa keputusan partai. Namanya surat perintah, bisa juga dicabut kembali.

Dicabut misalnya, karena hasil perolehan suara PDI Perjuangan di pileg jeblok. Atau misalnya juga karena ada evaluasi bahwa ternyata pencapresan Jokowi bisa membahayakan ideologi partai.

Ini di antara isu yang berkembang dari dalam. Karena itu, disebutkan juga dalam pembicaraan itu, bukan tidak mungkin pencapresan Jokowi pun masih dikocok ulang. [ian]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya