Berita

2014 Momentum Tepat Regenerasi Kepemimpinan

RABU, 26 MARET 2014 | 20:53 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Sudah lama Indonesia mengidap krisis multidimensi. Gerakan reformasi yang diharapkan bisa mereduksi berbagai permasalahan bangsa, dalam kenyataannya belum mampu menghasilkan perubahan yang optimal, termasuk demokratisasi untuk memberi akses regenerasi kepemimpinan nasional. Padahal, regenerasi kepemimpinan nasional sangat penting sebagai pintu masuk untuk Indonesia yang lebih baik. Oleh karena itu, pemilu presiden (pilpres) 2014 adalah era tokoh muda.

"Mari kita lihat regenerasi ini untuk kepentingan yang lebih luas, regenerasi kepemimpinan untuk bangsa. Oleh karena itu saya sangat mengapresiasi para senior yang membantu untuk mempersiapkan regenerasi kepemimpinan nasional," ujar Calon Presiden Konvensi Partai Demokrat Ali Masykur Musa dalam orasinya pada “Uji Publik Capres 2014: Mencari Pemimpin Muda Berkualitas” yang diadakan oleh The Habibie Center dan Hanns Seidel Foundation, di Hotel Sari Pan Pasific Jakarta, Rabu (26/3/2014).

Ketua Umum Ikatan Sarjana NU ini juga menjelaskan, dalam perjalanan sejarah kepemimpinan bangsa ini, mencari sosok pemimpin dari kalangan tokoh muda bukan sesuatu yang baru. Soekarno ketika dilantik menjadi Presiden RI yang pertama pada saat itu, masih berusia 44 tahun, sedang Soeharto yang mengambil alih kepimpinan nasional dari tangan Soekarno pada saat itu berusia 45 tahun.


“Ini menjadi tanggung jawab setiap generasi. Dan bagi saya, keberhasilan seorang pemimpin adalah menyiapkan kader yang baik untuk menjadi pemimpin nasional,” terang Cak Ali, panggilan akrabnya.

Anggota BPK RI ini melanjutkan, untuk kriteria pemimpin 2014, disamping berasal dari kalangan pemuda yang enerjik, kreatif dan siap bekerja keras meletakkan kebangsaan kita di tempat terhormat, rekam jejak terkait kapabilitas dan integritas calon pemimpin tersebut juga harus sudah teruji dan diketahui oleh khalayak.

“Rekam jejak seorang pemimpin dapat menjadi dasar dan motivasi bagi seorang pemimpin nasional. Kapabilitas dan integritas kepada negara adalah hal penting bagi pemimpin untuk menjadikan dirinya sebagai bagian dari problem solver, bukan malah menjadi problem maker.

"Output-nya adalah para pemimpin tersebut mampu menjadi teladan yang baik bagi masyarakatnya, sehingga semangat masyarakat bisa bangkit untuk berpartisipasi dalam kehidupan bernegara,” tegas Capres dengan Visi Indonesia Adil, Makmur, dan ber-Martabat ini.[dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Kapolri Resmikan Laboratorium Uji Seragam untuk Tingkatkan Perlindungan

Rabu, 13 Mei 2026 | 00:17

MK Tolak Gugatan UU IKN, Ibu Kota RI Tetap Jakarta

Rabu, 13 Mei 2026 | 00:00

Menhut Gaungkan Pengakuan Hutan Adat di Markas PBB

Selasa, 12 Mei 2026 | 23:39

Rupiah Babak Belur, BI Kembali Sebut Kebutuhan Dolar Membludak

Selasa, 12 Mei 2026 | 23:12

Eks Kasat Narkoba Polres Kutai Barat Diduga jadi Kaki Tangan Bandar Narkoba Kelas Kakap

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:49

Laut dan Manusia Harus Saling Menjaga

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:39

Bleng-Blengan Sawah Blora, Cara Lama Petani Usir Tikus

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:28

Peradilan Berjalan, GMNI Tetap Minta Dibentuk TGPF Kasus Andrie Yunus

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:16

Menkop dan Wakil Panglima Kompak Kawal Operasional Kopdes

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:10

Masa Depan Hotel Mewah dan Pariwisata di Indonesia Tourism Xchange 2026

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:01

Selengkapnya