Berita

Fahri Amzah/net

Politik

Sindiran Fahri Hamzah Harus Dijawab PDIP

SENIN, 24 MARET 2014 | 18:08 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Elit PDI Perjuangan disarankan menjawab dan memberikan penjelasan terkait pernyataan Fahri Hamzah yang terkesan memojokkan PDIP dan ketua umumnya, Megawati Soekarnoputri. Sehingga publik akan mudah menilai dan tercerahkan dengan trackrecord masing-masing partai dan capres.

"Saya kira alangkah baiknya jika itu dijawab," ujar pengamat sosial politik dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Arie Sujito saat dihubungi wartawan, Senin (24/3).

Lebih jauh, Arie menegaskan, makin mendekati pelaksanaan Pemilu 9 April 2014, masing-masing partai politik mulai saling serang dan mengingatkan. Tak terekecuali dengan PKS yang mengingatkan masa pemerintahan Megawati Soekarnoputri semasa berkuasa.


"Adalah hal yang biasa saja, termasuk serangan PKS itu sifatnya mengingatkan saja. Sekarang memang harus saling debat track rekord masing-masing capres dan partai," jelasnya.

"Baik itu kepada Prabowo, Mahfud, Anis Matta, Ical, Jokowi harus diangkat semua. Yang penting bukan sekadar fitnah. Sehingga publik tahu trackrecord yang sebenarnya," tambah Arie.

Sebelumnya Wasekjen DPP PKS Fahri Hamzah menyindir Megawati Soekarnoputri dan PDIP lewat akun twitter dengan hastag #MelawanLupa @Fahrihamzah. Tujuh twit Fahri Hamzah mengenai kebijakan-kebijakan pemerintah saat dipimpin Presiden Megawati, mulai dari penjualan satelit ke Singapura melalui Indosat, sampai menggunakan umpan "Si Kotak-kotak atau Jokowi" untuk mengatrol suara dalam Pemilu 2014 ini.

Berikut ketujuh twit yang dituliskan Fahri Hamzah;

1. Dulu kau jual satelit negara kami ke Singapura melalui jualan Indosat dengan murah.#MelawanLupa
2. Dulu kau jual aset-aset kami yang dikelola BPPN dengan murah (hanya 30persen nilainya) ke asing.#MelawanLupa
3. Dulu kau jual kapal tanker VLCC milik Pertamina lalu Pertamina kau paksa sewa kapal VLCC dengan mahal. #MelawanLupa
4. Dulu kau jual gas Tangguh dengan murah (banting harga) ke China (hanya USD 3 per MMBTU). #MelawanLupa
5. Sekarang, kau ngomong lagi soal nasionalisme, setelah kader-kader kau banyak yang korup.#MelawanLupa
6. Dan sekarang, untuk mengkatrol suaramu yang terpuruk, kini kau umpankan si "Kotak2". #MelawanLupa
7. Semoga saja, rakyat kini tak lagi terbuai oleh janji-janji manis-mu...#MelawanLupa. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya