Berita

boediono/net

Terbang ke Belanda, Wapres Bahas Nuklir

MINGGU, 23 MARET 2014 | 08:57 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Wakil Presiden (Wapres) Boediono bersama rombongan hari Sabtu malam (22/3) pukul 22.10 WIB bertolak dari Bandara Soekarno Hatta, Jakarta menuju Den Haag, Belanda dengan menggunakan penerbangan komersial Garuda Indonesia. Di Den Haag Boediono akan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Keamanan Nuklir atau Nuclear Security Summit.

KTT Keamanan Nuklir kali ini akan membahas berbagai capaian dari sejumlah inisiatif dan komitmen para pemimpin yang disepakati di KTT I pada tahun 2010 di Washington DC, Amerika Serikat, dan KTT II pada tahun 2012 di Seoul, Korea Selatan.

Kehadiran Boediono dalam KTT Keamanan Nuklir di Den Haag kali ini memiliki arti penting dengan semakin meningkatnya profil diplomasi Indonesia dalam rangka menciptakan perdamaian dunia. Wapres bersama para kepala negara/pemerintahan dari 53 negara, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan pimpinan empat organisasi internasional akan membahas kelanjutan upaya peningkatan keamanan nuklir di tingkat nasional, regional, dan global.


Beberapa isu penting yang akan dibahas, antara lain kerja sama internasional dalam penguatan arsitektur keamanan nuklir, upaya meningkatkan keamanan bahan nuklir, dan sumber radioaktif.

Selain itu, KTT kali ini juga akan membahas mengenai fasilitas nuklir, partisipasi sektor industri dalam keamanan nuklir, pemberlakuan Convention on the Physical Protection of Nuclear Material (CPPNM) dan amendemennya, serta mendorong ratifikasi International Convention for the Suppression of Acts of Nuclear Terrorism (ICSANT).

Boediono juga dijadwalkan menyampaikan beberapa capaian dan dukungan Indonesia kepada upaya-upaya di bidang keamanan nuklir, seperti melanjutkan pemasangan Radiological Portal Monitors (RPM) di pelabuhan-pelabuhan laut Indonesia, dan pengesahan ICSANT. Selain itu, Boediono juga akan menyampaikan upaya Indonesia menyusun model legislasi nasional tentang keamanan nuklir yang disebut dengan, National Legislation Implementation Kit on Nuclear Security (NLIK).

Seperti dilansir dari situs resmi Setkab RI, dalam kesempatan kunjungan kerja ke Den Haag ini, Boediono juga dijadwalkan melaksanakan sejumlah kegiatan dalam rangka kunjungan bilateral, antara lain pertemuan dengan Perdana Menteri Belanda Ratu Maxima dan memberikan kuliah umum di Universitas Leiden. Selain itu, Boediono juga dijadwalkan menghadiri pertemuan dengan masyarakat Indonesia di Belanda, sebelum kembali ke Indonesia pada tanggal 27 Maret. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya