Berita

sri mulyani indrawati/net

Peluang HR dan SMI Dampingi Jokowi Semakin Tipis

JUMAT, 21 MARET 2014 | 09:04 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

PDI Perjuangan tengah mempertimbangkan masak-masak siapa tokoh yang pantas disandingkan dengan Joko Widodo dalam pemilihan presiden mendatang.

Sejauh ini kalangan terdekat Megawati Soekarnoputri telah sepakat bahwa sebaik-baik tokoh yang disandingkan dengan Jokowi adalah yang memiliki pengalaman di bidang ekonomi dan pembangunan, selain juga memiliki pengalaman dalam berdialog dengan negara-negara sahabat. Tokoh yang seperti itu dipercaya dapat melengkapi pemerintahan Jokowi nanti.

Sejauh ini ada beberapa tokoh yang memiliki pengalaman di bidang ekonomi yang sedang dikaji dan diuji. Informasi yang dikumpulkan mengatakan bahwa nama Menko Perekonomian Hatta Rajasa dan Direktur Operasional Bank Dunia Sri Mulyani Indrawati pun termasuk dalam daftar yang sedang diteliti itu.


Tetapi peluang HR maupun SMI tampaknya semakin tipis.

HR selama ini dianggap memiliki hubungan baik dengan keluarga di Jalan Teuku Umar nomor 27-29 itu. Namun, setelah Taufiq Kiemas meninggal dunia tahun lalu, hubungan itu merenggang. Belum lagi, kalangan dekat Megawati sulit menemukan perbedaan antara HR dengan besannya, SBY.

Lain lagi dengan SMI. Mantan Menteri Keuangan ini punya jaringan kuat di lingkaran Megawati. Kawan-kawannya ini dapat sedikit banyak meyakinkan Mega bahwa SMI adalah figur yang pantas diperhitungkan mengingat pengalamannya di sektor perekonomian dan koneksinya dengan lembaga-lembaga keuangan internasional.

Tetapi, ada satu hal yang menjadi semacam kerikil besar di dalam sepatu manakala nama SMI ditimbang-timbang, yakni hubungan SMI dengan megaskandal danatalangan Bank Century.

SMI dianggap sebagai pihak yang paling bertanggung jawab untuk danatalangan sebesar Rp 6,7 triliun yang disuntikkan kepada Bank Century. SMI adalah Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang memutuskan pengucuran bailout.

Kalangan internal partai banteng bermoncong putih tentu tak mau pemerintahan Jokowi bernasib sama dengan pemerintahan SBY-Boediono yang sepanjang lima tahun selalu "diganggu" megakasus ini.

Bila nama HR dan SMI akhirnya dicoret, maka daftar calon pendamping Jokowi akan semakin pendek. Wallahualam. [dem]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

UPDATE

KSP Kawal Pembangunan MRT Jakarta sebagai Proyek Strategis Nasional

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:24

BI Rate Naik Lagi Jadi 5,75 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:19

Putusan Hakim Tegaskan Keabsahan Tanda Tangan Ketum PPP dan Wasekjen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

PPKGBK Memverifikasi Penghuni Hotel Sultan Usai Eksekusi Pengosongan

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

Pemerintah Harus Benahi Kebijakan Domestik agar Investor Tak Kabur

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:10

PKB Usul Ambang Batas Parlemen 5 Sampai 7 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:01

Disinggung Aliran Duit ke Gus Yaqut, Fuad Hasan: Bahaya Kamu!

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:57

UMKM Binaan Pertamina Gelar Promo Gila-gilaan di Jakarta Fair 2026

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:55

Rapimnas II di Banten, KAMMI Teguhkan Arah Gerakan Kebangsaan

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:51

Pertamina Patra Niaga Pastikan Harga BBM Nonsubsidi Ikuti Formula Pasar

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:48

Selengkapnya