Berita

Pemilih Pemula, Awas Demokrasi Kanibal Berasas Wani Piro

KAMIS, 20 MARET 2014 | 16:13 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Beberapa pekan ke depan Indonesia akan menggelar perhelatan demokrasi berupa pemilu legislatif dan pemilu presiden. Dari total pemilih, sekitar 50 juta adalah pemilih pemula. Jumlah ini sangat signifikan dalam penentuan hasil pemilu, setara dengan dua kali lipat penduduk Malaysia, tujuh kali lipat penduduk Singapura.

"Masa depan bangsa terletak di pundak mereka. Karena itu, pemuda tidak boleh golput. Mereka harus aktif berpartisipasi mendorong pemilu yang lebih berkualitas," ujar Ali Masykur Musa Calon Presiden Konvensi Partai Demokrat dalam Dialog Terbuka dengan mahasiswa Universitas Tanjungpura Pontianak, Kalbar, Kamis (20/3).

Ali Masykur yang juga pimpinan BPK RI mengungkapkan, salah satu masalah terbesar pemilu adalah kesenjangan ritual demokrasi dengan kesejahteraan. Demokrasi kanibal berasas "wani piro" telah menghalangi pintu masuk pemilu sebagai instrumen  kesejahteraan karena pemilu telah direduksi sebagai transaksi jual beli suara. Akhirnya yang terpilih adalah pemilik uang dan mereka yang mampu mendongkrak popularitas dengan pencitraan media dan alat-alat peraga.


Ali, seperti tertulis dalam keterangan persnya yang diterima redaksi, mengajak pemuda untuk lebih rasional dalam menetapkan pilihan.

"Popularitas dan elektabilitas penting. Tetapi yang lebih penting adalah kapabilitas dan rekam jejak. Siapa pun yang berniat memimpin Indonesia harus visioner. Kita ini bangsa besar, tidak boleh memilih pemimpin kerdil," tegas Ali.

Tokoh muda Ketua Umum PP ISNU ini mengharapkan, pemilu kali ini sebagai media memantapkan konsolidasi demokrasi sebagai instrumen mencapai tujuan-tujuan nasional, bukan sekadar suksesi kekuasaan.

"Pemilu yang baik berciri semakin mendekatkan bangsa dengan tujuan-tujuannya, bukan sebaliknya. Mari kita bersama-sama mewujudkannya," pungkas Capres yang mengusung visi Indonesia AMM (Adil, Makmur, ber-Martabat) ini.[dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Kapolri Resmikan Laboratorium Uji Seragam untuk Tingkatkan Perlindungan

Rabu, 13 Mei 2026 | 00:17

MK Tolak Gugatan UU IKN, Ibu Kota RI Tetap Jakarta

Rabu, 13 Mei 2026 | 00:00

Menhut Gaungkan Pengakuan Hutan Adat di Markas PBB

Selasa, 12 Mei 2026 | 23:39

Rupiah Babak Belur, BI Kembali Sebut Kebutuhan Dolar Membludak

Selasa, 12 Mei 2026 | 23:12

Eks Kasat Narkoba Polres Kutai Barat Diduga jadi Kaki Tangan Bandar Narkoba Kelas Kakap

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:49

Laut dan Manusia Harus Saling Menjaga

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:39

Bleng-Blengan Sawah Blora, Cara Lama Petani Usir Tikus

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:28

Peradilan Berjalan, GMNI Tetap Minta Dibentuk TGPF Kasus Andrie Yunus

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:16

Menkop dan Wakil Panglima Kompak Kawal Operasional Kopdes

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:10

Masa Depan Hotel Mewah dan Pariwisata di Indonesia Tourism Xchange 2026

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:01

Selengkapnya