Berita

Ini yang Akan Dilakukan Santri Gus Dur Jika Jadi Presiden

SENIN, 17 MARET 2014 | 16:15 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Indonesia memiliki sumber daya alam yang sangat melimpah ruah, begitu pula dengan sumber daya manusia. Tapi sayangnya, dengan berbagai kekayaan yang melimpah tersebut Indonesia belum bisa menjadi negara yang maju. Bahkan kesejahteraan rakyat pun masih jauh dari cukup.

"Baru 20 persen rakyat yang sudah menikmati kemerdekaaa, punya rumah, bisa menyekolahkan anak dan lain sebagainya. Tapi yang 80 persennya belum pernah menikmati arti kemerdekaan. Itulah tanggungjawab sejarah kita," kata ekonom senior yang juga calon presiden RI, DR. Rizal Ramli, ketika berbicara di Saresehan Nasional Ulama Pesantren dan Cendikiawan di Pesantren Darul Ma'arif, Margaasih, Bandung, Sabtu (15/3).
 
Di hadapan 300 kiai se Jawa Barat, Rizal Ramli yang merupakan santri Gus Dur yang dikalangan Nahdlyini disapa Gus Romli, membeberkan beberapa langkah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat bila nanti dirinya menjadi presiden atau wakil presiden. Berikut beberapa resep jitu tersebut:


Merubah rasio harga jual gabah dan pupuk yang tidak berpihak pada petani. Pada saat Presiden Soeharto rasio harga jual gabah dengan harga jual pupuk diatur sebesar 3:2. Rasio ini menjadi hukum besi, dan petani mendapat setengah dari keuntungan menjual hasil panen mereka. Tapi sepuluh tahun terakhir, di era presiden SBY yang lulusan doktor ekonomi ITB, rasio harga gabah dan pupuk nyaris 1:1. Rasio seperti ini membuat  petani kita cuma numpang makan, kesejahteraannya tidak bisa naik.

Rasio 1:1 harus dinaikkan menjadi dua untuk harga jual gabah, satu untuk harga jual pupuk (2:1). Caranya bukan dibikin mahal harga gabahnya tapi harga pupuknya dibuat murah. Dengan rasio ini petani kita pelanpelan akan lebih sejahtera.[dem]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

UPDATE

KSP Kawal Pembangunan MRT Jakarta sebagai Proyek Strategis Nasional

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:24

BI Rate Naik Lagi Jadi 5,75 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:19

Putusan Hakim Tegaskan Keabsahan Tanda Tangan Ketum PPP dan Wasekjen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

PPKGBK Memverifikasi Penghuni Hotel Sultan Usai Eksekusi Pengosongan

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

Pemerintah Harus Benahi Kebijakan Domestik agar Investor Tak Kabur

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:10

PKB Usul Ambang Batas Parlemen 5 Sampai 7 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:01

Disinggung Aliran Duit ke Gus Yaqut, Fuad Hasan: Bahaya Kamu!

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:57

UMKM Binaan Pertamina Gelar Promo Gila-gilaan di Jakarta Fair 2026

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:55

Rapimnas II di Banten, KAMMI Teguhkan Arah Gerakan Kebangsaan

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:51

Pertamina Patra Niaga Pastikan Harga BBM Nonsubsidi Ikuti Formula Pasar

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:48

Selengkapnya