Berita

demokrat

Kader dan Simpatisan Demokrat Diimbau Taati Aturan Kampanye

SENIN, 17 MARET 2014 | 15:56 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Kader dan simpatisan Partai Demokrat diminta untuk tetap mematuhi peraturan Pemilu 2014 yang telah ditetapkan oleh Komisi Pemilu Indonesia (KPU).

Hal ini disampaikan Anggota Dewan Pembina Demokrat yang juga peserta Konvensi Caapres, Pramono Edhie Wibowo terkait pernyataan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) bahwa semua partai politik melakukan pelanggaran di hari pertama kampanye terbuka (Minggu, 16/3).

"Banyaknya keluarga Indonesia yang hadir melihat dan mendengarkan langsung informasi yang disampaikan juru kampanye kemarin menunjukan  antusiasme masyarakat untuk berpartisipasi dalam sebuah gelaran pesta demokrasi," lelas Edhie dalam rilisnya, Senin (17/3).


"Pelanggaran yang banyak terjadi kemarin menurut saya tentunya bukan sesuatu pelanggaran yang disengaja," kata Edhie.

Seperti diketahui Bawaslu mengatur, bahwa kehadiran anak-anak tidak diperbolehkan dalam sebuah kampanye terbuka. Selain itu peraturan kegiatan kampanye di jalanan harus tetap mengindahkan peraturan lalu lintas yang berlaku.

"Semangat untuk melihat orasi politik sambil menikmati hiburan menjadi terkendala ketika mereka berhadapan dengan tanggung jawab mereka sebagai orang tua. Kebanyakan orang tua Indonesia enggan meninggalkan anak-anaknya di rumah sendiri tanpa pengawasan," tambah Edhie.

Edhie yang hari ini tampil berbagi panggung dengan Ketua Umum Partai Demokrat SBY di Bantul lanjut mengingatkan kadernya untuk tetap patuh pada peraturan kampanye.

"Gunakan helm, ikuti aturan keselamatan dan lalulintas yang berlaku. Tinggalkan anak kecil bersama pengawas di rumah, dan ikuti kampanye dengan tertib dan santun," ujar Edhie yang juga Ipar SBY ini. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya