Berita

kpu ri

Politik

Nasdem, Golkar dan Hanura Bebas dari Diskualifikasi

KPU Coret 9 Parpol dan 35 Calon DPD
SENIN, 17 MARET 2014 | 08:58 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Komisi Pemilihan Umum (KPU) resmi membatalkan keikutsertaan 9 partai politik di 25 kabupaten/kota dan 35 calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) sebagai peserta Pemilu 2014.

Dari 12 partai politik nasional peserta pemilu, hanya Partai Nasdem, Golkar dan Hanura yang tidak dicoret. Perlu diketahui, pencoretan dilakukan di daerah tertentu, bukan di tingkat nasional.

Pembatalan itu merupakan sanksi karena para peserta pemilu tidak menyampaikan laporan awal dana kampanye sampai batas yang ditentukan pada 2 Maret 2014 lalu.


Sebelumnya KPU berjanji bakal mencoret peserta pemilu baik parpol maupun calon perseorangan yang tak melaporkan dana kampanye pada 2 Maret, atau bagi peserta pemilu yang melaporkan diatas pukul 18.00 WIB. Adapun parpol yang diserahkan pengurus pusat kepada KPU RI selamat dari pencoretan lantaran melaporkan tepat waktu.

Berikut daftar 9 parpol di 25 kab/kota yang dicoret oleh KPU seperti yang dihimpun Rakyat Merdeka Online dari website KPU adalah;

1. PKB (Kabupaten Tabanan dan Kota Tomohon)
2. PKS (Kota Tomohon dan Kab. Toraja Utara)
3. PDIP (Kab. Timor Tengah Selatan)
4. Gerindra (Kab. Donggala)
5. Demokrat (Kab. Aceh Singkil dan Kab. Majalengka)
6. PAN (Kab. Pelalawan)
7. PPP (Kota Gunugnsitoli dan Kab. Ngada)
8. PBB (Kab. Serdang Begadai, Kota Gunungsitoi, Kota Sungai Penuh, Kab. Ngada, Kab Sumba Barat, Kab. Bengkayang, Kab Hulu Sungai Selatan, Kab. Minahasa Tenggara, Kab. Toraja Utara dan Kota Tomohon)
9. PKPI (Kab. Kepualauan Anambas, Kab. Probolinggo, Kab. Hulu Sungai Selatan dan Kab. Gorontalo Utara).

Dan berikut daftar 35 calon DPD per daerah pemilihan yang dicoret kPU;

1. Provinsi Aceh: Tgk. T. Abdul Muthalib dan Teuku Mukhtar Anshari
2. Sumatera Utara: Erick Sitompul dan Edison Sianturi
3. Riau: Susilo
4. Sumatera Selatan: Shinta Paramita Sari dan Taufikurrohman
5. Banten: Ahmad Rusdi Arif
6. Jawa Tengah: Sudir Santoso
7. Nusa Tenggara Timur: Aleksius Armanjaya, Arieston Dappa, Asyera Wondalero, Johanes Mat Ngare, Romanus Ndau dan Tenggudai Petronella
8. Kalimantan Barat: Agustinus Clarus, Moses Siong, Yakobus Kumis, Zakarias
9. Kalimantan Timur: M. Said
10. Sulawesi Tengah: F. Raymond Sahetapy dan Zainuddin T Aminula
11. Sulawesi Selatan: Kasmawati Basalamah
12. Sulawesi Tenggara: Junais Daranga, Kasmir, La Ode Sabri, Rahman Jihad, Sukiman Pabelu dan Yafrudin
13. Maluku: La Ode Rahim
14. Papua: Daniel Butu, Dirk Dicky Rumboirusi dan Theofilus Waimuri
15. Papua Barat: La Jumad dan Usman Difinubun. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya