Berita

megawati soekarnoputri/net

Megawati Tidak Mampu Hadapi Tekanan Faksi Non Ideologis

SENIN, 17 MARET 2014 | 07:06 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Saat diberi kepercayaan besar oleh rakyat Megawati Soekarnoputri tidak mampu menahan tekanan faksi non ideologis. Megawati melakukan sejumlah kompromi hukum yang seharusnya tegak tanpa tebang pilih, dan menyingkirkan faksi kerakyatan.

Di belakang faksi non ideologis itu adalah pengusaha campuran hitam dan putih.

Kelemahan Megawati menghadapi kelompok faksi non ideologis kembali terjadi di balik pemberian mandat dan dukungan kepada Joko Widodo sebagai calon presiden dari partainya.


Demikian disampaikan Andi Arief kepada redaksi pagi ini (Senin, 17/3).

Selama delapan tahun PDIP bekerja keras membangun kepercayaan rakyat, tanpa faktor Jokowi. Tetapi hampir dua tahun terakhir ini, Megawati larut pada buaian faksi non ideologis dan menganggap hasil yang dicapai PDIP ini adalah karena faktor Jokowi semata.

"Megawati tak kuasa menyerah di tangan pasar dan modal sampai melakukan hal tak lazim: mengingkari ucapannya sendiri bahwa capres akan diumumkan setelah pileg. Sebetulnya sebelum hiruk pikuk Pilgub DKI, kerja keras kader PDIP di berbagai daerah sudah berbuah manis. Kedatangan Jokowi membuat hipnotis seolah-olah dia lah faktor utama dan terutama," jelas Andi Arief.

Menurut Andi Arief lagi, sikap Megawati yang tidak bisa menghadapi tekanan faksi non ideologis dan kumpulan pengusaha ini membuat sulit meyakini bahwa ia sebagai penguasa PDIP yang sesungguhnya tidak akan mengulangi kesalahan seperti ketika ia berkuasa dulu.

"Harapan agar dia mengambil sikap keras dalam penegakan hukum dan tegas ketika berkuasa kelihatannya akan hilag ditelan angin," demikian Andi Arief. [dem]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

UPDATE

KSP Kawal Pembangunan MRT Jakarta sebagai Proyek Strategis Nasional

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:24

BI Rate Naik Lagi Jadi 5,75 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:19

Putusan Hakim Tegaskan Keabsahan Tanda Tangan Ketum PPP dan Wasekjen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

PPKGBK Memverifikasi Penghuni Hotel Sultan Usai Eksekusi Pengosongan

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

Pemerintah Harus Benahi Kebijakan Domestik agar Investor Tak Kabur

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:10

PKB Usul Ambang Batas Parlemen 5 Sampai 7 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:01

Disinggung Aliran Duit ke Gus Yaqut, Fuad Hasan: Bahaya Kamu!

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:57

UMKM Binaan Pertamina Gelar Promo Gila-gilaan di Jakarta Fair 2026

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:55

Rapimnas II di Banten, KAMMI Teguhkan Arah Gerakan Kebangsaan

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:51

Pertamina Patra Niaga Pastikan Harga BBM Nonsubsidi Ikuti Formula Pasar

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:48

Selengkapnya