Rakyat Krimea sejak pagi hari berbondong-bondong mendatangi TPS untuk memberikan suara dalam referandum yang digelar demi menentukan nasib republik otonom itu, tetap bersama Ukraina atau bergabung dengan Rusia.
Diharapkan hasil referandum ini akan diketahui besok (Senin, 17/3). Apapun hasilnya akan menentukan geopolitik di Eropa dan dunia.
Perdana Menteri Krimea, Sergey Aksyonov, dalam pernyataan yang direkam sebelum pemilihan, mengajak seluruh rakyat Krimea memberikan suara dalam refenerandum ini.
"Mata seluruh dunia tengah melihat kita," ujar Aksyonov.
Ukraina, sebutnya, harus hidup bebas di dunia dan menjalin hubungan persahabatan dengan semua negara.
Ketua Komisi Pemilihan di Perevalnoye, Svetlana Kalisetskaya, kepada
CNN mengatakan bahwa dibandingkan dengan pemilihan-pemilihan sebelumnya, referandum kali ini berlangsung lebih hangat dan bersahabat.
Seorang pemilih, Grigory Illarionovich, mengatakan dirinya mendukung pemisahan Krimea dengan Ukraina.
"Saya mengembalikan Krimea untuk Ukraina. Mengembalikan apa yang pernah diambil Khrushchev," ujarnya.
Krimea yang berada di semenanjung Laut Hitam adalah bagian dari Rusia sampai pada tahun 1954 memberikannya kepada Ukraina yang ketika itu merupakan bagian dari Uni Soviet. Di tahun 1991 Uni Soviet bubar dan Ukraina membawa pergi Krimea.
[dem]