Berita

dradjad h wibowo/net

PAN Akan Rombak Alokasi Dana Pendidikan Bila Dipercaya Pimpin Pemerintahan

MINGGU, 16 MARET 2014 | 18:47 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Pemerintahan Indonesia mendatang harus memberi perhatian khusus pada isu perbaikan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui program reformasi pendidikan. Sebab, pendidikan adalah salah satu faktor utama yang menentukan maju atau tidaknya pembangunan sebuah bangsa.

"Isu reformasi pendidikan itu sendiri menjadi salah satu bagian utama dari Delapan Program Reformasi PAN. Fokusnya pada guru, materi kurikulum, dan fasilitas pendidikan. PAN akan merombak alokasi dana pendidikan untuk diprioritaskan kepada ketiga hal tersebut," kata Wakil Ketua umum Partai Amanat Nasional (PAN), Dradjad H Wibowo, saat dihubungi dari Jakarta (Minggu, 16/3)

Dengan program itu, katanya, ada misi terkait pendidik seperti isu menaikkan tunjangan profesi guru, mendorong guru bersertifikat, pengajar harus memenuhi jadwal mengajar minimal, dan menerapkan metode mengajar interaktif dengan siswa. Dan PAN, apabila dipercaya rakyat untuk pemerintahan ke depan, jelas akan memperjuangkan tambahan tunjangan diberikan kepada guru bersertifikat yang mengajar di daerah pedesaan dan atau provinsi dan kabupaten. Ini diupayakan agar distribusi guru lebih merata.


"PAN juga akan merombak total alokasi dana pendidikan selama ini, dan mengalokasikan persentase terbesar dari anggaran pendidikan untuk membangun fasilitas pendidikan. Ini terutama menyangkut gedung sekolah, teknologi informasi dan perpustakaan," tegas Dradjad, yang juga menjadi juru kampanye Nasional PAN itu.

Dradjad sendiri akan berkampanye di Gorontalo, di Pula Sulawesi, mulai besok. Isu-isu itu akan menjadi tema kampanye utama yang dibawakannya. [ysa]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya