Berita

pdi perjuangan

Politik

Kampanye Perdana, PDI Perjuangan Door to Door

MINGGU, 16 MARET 2014 | 07:46 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Kampanye pembukaan PDI Perjuangan hari ini di DKI Jakarta dilakukan dengan menerjemahkan pesan Ketua Umum Megawati Sokarnoputri, bahwa tahun 2014 merupakan tahun penentuan bagi bangsa Indonesia untuk menjadi bangsa yang kembali pada akar sejarahnya, yaitu membangun Indonesia yang mandiri, beradab, dan menjadi pelita bagi bangsa-bangsa lain di dunia.

"Karena itulah desain kampanye PDI Perjuangan dirancang secara sederhana, dan menampilkan 3 ciri utama yakni jejak sejarah perjuangan bangsa; kerakyatan dan terciptanya Podium Dialog Rakyat," ujar Wasekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Minggu (16/3).

Kampanye dirancang bukan dengan teknik mobilisasi sebagaimana jaman Orde Baru, bukan pula dengan desain pencitraan. Kampanye PDI Perjuangan berakar dari tradisi pemimpin bangsa yang merakyat, apa adanya, dan mengedepankan dedikasi hidup tanpa pamrih.


Dengan demikian setiap unsur dari desain kampanye selalu mencerminkan semangat gotong royong dan partisipasi rakyat.

"Ciri-ciri kampanye yang sederhana, namun sarat makna ini juga diilhami oleh gerakan rakyat yang dengan suka rela memfoto copy Surat Mandat dari Ibu Megawati Sokarnoputri ke Pak Jokowi. Surat mandat tersebut ternyata menjadi alat komuninasi yang efektif, menjadi gerakan spontan door to door dari rakyat untuk rakyat," papar Hasto.

Kampanye perdana PDI Perjuangan ini dengan juru kampanye Joko Widodo, Tjahjo Kumolo, Effendi Simbolon dan Eriko Sotarduga, dimulai pukul 09.00 wib dengan rute; Gedung Budi Utomo - Gedung Sumpah Pemuda - Gedung BPUPKI - Gedung Pola - Pasar tradisional dekat dengan Gedung Pola. Terakhir (siang hari) di Gedung Cendrawasih Jakarta Barat. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya