Berita

Politik

Ulama Tasikmalaya: Seharusnya PPP Capreskan JK

SABTU, 15 MARET 2014 | 15:19 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Wakil Presiden RI ke-10, HM Jusuf Kalla atau akrab disapa JK, bertandang ke Kota Tasikmalaya, Jawa Barat (Sabtu, 15/3), untuk menghadiri doa bersama bertajuk "Silaturahmi dan Doa Bersama bersama HM Jusuf Kalla dan ulama se-Tasikmalaya.”

"Saya bersyukur dan terima kasih diberi kesempatan silaturahmi. Juga saya mengapresiasi atas kemajuan di daerah ini. Tasik banyak yang bisa dikenang seperti industri rumah tangga berupa kain bordir. Juga daerah ini termasuk kota santri," ujar JK, dalam rilis yang dikirim Media Officer M. Jusuf Kalla, Husain Abdullah.

Ulama berpengaruh di Tasik, KH Ateng Djaelani, menganjurkan partai Islam seperti Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sebaiknya segera mencalonkan JK menjadi pemimpin nasional. Kata dia, motto JK "Lebih Cepat Lebih Baik" sesuai dengan kebutuhan Indonesia untuk menuju kemakmuran.


"Sudah seharusnya partai-partai Islam seperti PPP segera mencalonkan Pak JK menjadi calon presiden,” ujar KH Ateng di hadapan pengurus DPP PPP Suharso dan Ketua DPW PPP Jabar, Rahmat Yasin, dan Walikota Tasikmalaya, H Budi Budiman.

Walikota Budi Budiman mengamini seruan Kiai Ateng. Ia berharap JK dapat memperjuangkan Tasik tetap menjadi kota santri. Dirinya mengidolakan JK karena JK adalah sosok yang menjadi harapan umat.

"JK menjadi harapan umat Islam di Tasik, kiranya dapat membantu masyarakat. Karena itu Walikota Tasik berharap PPP dapat memenuhi harapan ulama Tasik untuk mengusung JK (jadi capres)," ucapnya. [ald]

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Memutus Urat Nadi Korupsi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:54

Festival Layanan AHU Berdampak 2026 Hadirkan Edukasi ke Masyarakat, Ini Lengkapnya

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:24

Gus Yusuf Legawa Sikapi Dinamika Muktamar ke-35 NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:49

Mendesak Para Kiai Sepuh Turun Tangan Meredam Suhu Panas Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:33

Jalan Sehat jadi Cara Hanura Kalsel Konsolidasikan Pemilu 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:15

Profil 9 Ulama AHWA Muktamar NU: Sosok Kharismatik Penentu Rais Aam PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:45

TikTok dan Tokped Digugat Class Action Rp1,2 Triliun

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:11

Ini 9 Ulama AHWA Terpilih Muktamar ke-35 NU, Suara Mbah Yai Da Paling Tinggi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:46

Dikawal DPR, Tagihan Rp158 Miliar PT Pos Akhirnya Dibayar Kemensos

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:04

Kiai Rembang Cium 'Hidden Agenda' Penjegalan Caketum PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:56

Selengkapnya