Menteri Transportasi Malaysia Datuk Seri Hishammuddin Tun Hussein menyebut saat ini ada tiga belas negara yang terlibat dalam upaya pencarian pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370, yang hilang Sabtu pekan lalu.
"Kita saat ini memasuki hari ketujuh pencarian MH370. Saat ini ada 57 kapal dan 48 pesawat yang terlibat dalam pencarian. Tiga belas negara saat ini terlibat," jelasnya dalam konferensi pers yang digelar di Sepang, Selangor seperti dilansir kantor berita nasional Bernama, Jumat (13/3) .
Ia menjelaskan pencarian fokus untuk menemukan pesawat dengan mengikuti seluruh arahan dan informasi yang ada.
Hishammudin juga menyebut bahwa saat ini banyak spekulasi media yang melansir pernyataan pejabat Amerika Serikat yang tak disebutkan namanya mengenai pesawat tersebut. Salah satu pernyataan anonim anonim menyebut bahwa pesawat diprediksi masih terbang di udara selama beberapa jam setelah kehilangan kontak.
"Sebagaimana prodesur standar, tim investigasi tidak akan merilis sebuah informasi kepada publik hingga informasi tersebut telah diverifikasi dengan tepat dan dengan otoritas yang berkaitan dan menguatkan. Kami juga tidak ingin menarik penyataan spesifik setelah media membuat laporan dari pejabat yang tak disebutkan namanya," jelasnya.
Ia menegaskan bahwa saat ini pihaknya tengah bekerjasama dengan rekan internasional termasuk tim dari Amerika Serikat yang telah datang ke Kuala Lumpur.
Hishammudin juga menyebut bahwa sejak hari Rabu tim investigasi Malaysia berbagi informasi yang telah ada dan telah diverifikasi. Akan tetapi hingga saat ini tim internasional belum juga menemukan tanda-tanda keberadaan pesawat jenis Boeing 777-200 yang mengangkut 239 orang tersebut.
"Pesawat masih hilang, dan area pencarian diperluas," kata Hishammudin sambil menambahkan bahwa wilayah pencarian telah diperluas hingga laut Andaman.
"Bersama dengan rekan internasional, kami saat ini menekankan lebih jauh ke Laut China selatan dan lebih jauh lagi ke Samudera Hindia," jelasnya.
Ia juga mengkonfirmasi bahwa pihaknya membantah laporan media yang menyebutkan bahwa pesawat masih terbang beberapa jam setelah kehilangan kontak.
"Kami melakukan pengecekkan dengan Boeing dan Rolls Royce (produsen pesawat), yang menyebut bahwa laporan tersebut tidak benar," tegasnya.
[dem]