Berita

foto: net

Dunia

Di Sidang PBB, Venezuela Tegaskan Tidak Ada Ampun Bagi Penggerak Kekerasan

JUMAT, 14 MARET 2014 | 12:32 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Seorang jaksa negara Venezuela, Luisa Ortega Diaz, menyebut bahwa jumlah korban tewas dalam protes berujung kekerasan yang terjadi sebulan belakangan telah mencapai total 28 orang.

Hal tersebut disampaikan oleh Ortega di sela pertemuan Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB di Jenewa, Swiss, pada Kamis (13/3) seperti dilansir Reuters.

Ia juga menambahkan bahwa sebanyak 1.293 orang yang ditangkap karena diduga memprovokasi dan melakukan aksi kekerasan selama unjuk rasa berlangsung telah dibebaskan. Tapi, sebanyak 104 orang lainnya masih ditahan karena dinilai telah melakukan kejahatan serius selama unjuk rasa anti pemerintahan terjadi.


"Kita perlu menjamin bahwa tidak ada impunitas (kebebasan dari hukuman) dan harus benar-benar diselidiki untuk menentukan apakah orang-orang yang ditahan di penjara adalah orang-orang yang merancang pembunuhan," jelasnya.

Pada hari yang sama, Mahkamah Agung Venezuela telah meminta dua walikota yang merupakan pendukung oposisi di Caracas untuk membuka barikade dan membuang sejumlah peralatan yang digunakan untuk memblokir sejumlah jalan maupun tempat di kota tersebut. Pasalnya barikade tersebut kerap menjadi lokasi bentrokan dan aksi kekerasan antara masa oposisi dan pendukung pemerintah. Barikade semacam itu juga dinilai bertentangan dengan kebebasan bergerak di Venezuela.

Pemerintah Venezuela dilanda gelombang protes sejak bulan lalu menuntut adanya perubahan politik dan penyelesaian akhir masalah inflasi serta tingkat kejahatan yang tinggi di Venezuela. Selain itu mereka juga menuntut adanya perbaikan dalam masalah kekurangan bahan pokok seperti susu, tepung, dan minyak goreng di pasar-pasar Venezuela. [ald]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Jokowi Sulit Mengelak dari Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15

UPDATE

Izin Dicabut, Toba Pulp Bongkar Dokumen Penghargaan dari Menteri Raja Juli

Rabu, 21 Januari 2026 | 18:08

Prabowo Hadiri Forum Bisnis dan Investasi di Lancaster House

Rabu, 21 Januari 2026 | 18:04

Bonjowi Desak KIP Hadirkan Jokowi dan Pratikno

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:57

15 Anggota Fraksi PDIP DPR Dirotasi, Siapa Saja?

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:50

Pramugari Florencia 13 Tahun Jadi Bagian Wings Air

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:35

Inggris Setuju Kerja Sama Bangun 1.500 Kapal Ikan untuk Nelayan RI

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:31

Bukan Presiden, Perry Warjiyo Akui yang Usul Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:30

Wakil Kepala Daerah Dipinggirkan Setelah Pilkada

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:22

Konflik Agraria di Kawasan Hutan Tak Bisa Diselesaikan Instan

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:20

Krisis Bukan pada Energi, tapi Tata Kelola yang Kreatif

Rabu, 21 Januari 2026 | 16:54

Selengkapnya