. Presiden Rusia Valdimir Putin mendapat serangan secara personal dari pengunjuk rasa di Maidan, yakni kawasan di mana pengunjuk rasa mendirikan tenda di kota Kiev, Ukraina.
Serangan yang dimaksud adalah berupa poster-poster dan karikatur yang berisi sindiran ataupun kecaman kepada Putin terkait keterlibatan Rusia yang mengerahkan pasukan untuk melindungi wilayah otonomi Krime.
Beberapa poster menyamakan Putin dengan mantan pemimpin Nazi Adolf Hitler dan membuat karikatur dengan menggabungkan wajah kedua pemimpin tersebut. Bahkan sejumlah poster pengunjuk rasa juga ada yang menyebutnya "Putler" yang merupakan kombinasi nama Putin dan Hitler.
Sentimen anti-Rusia tersebut belum begitu besar sebelum Presiden Ukraina Victor Yanukovych digulingkan bulan lalu. Namun setelah Yanukovych tak lagi menjabat presiden dan mendapat banyak kecaman dari masyarakat, ia kemudian diketahui pergi ke Rusia. Hal tersebut memunculkan dugaan bahwa Yanukovych telah dilindungi oleh Rusia. Hal tersebut menyulut sentimen anti Rusia di Ukraina.
"Ini mengubah hari kita melihat presiden kita Viktor Yanukovych muncul di Rostov (di Rusia) dan meminta bantuan Moskow," kata salah satu anggota unit pertahanan di Maidan, Volodymyr Karasik seperti dilansir
AFP (Kamis, 13/3).
Salah seorang pengunjuk rasa di Maidan menyebut bahwa keterlibatan Krimea di Ukraina merupakan bentuk intervensi dan serangan. Tindakan tersebut dinilai serupa dengan tindakan Hitler yang melakukan ekspansi teritorial dengan Nazi Jerman yang menyulut pecahnya Perang Dunia II.
"Kemudian (Putin) menyerang Krimea, seperti Hitler," kata pengunjuk rasa, Taras Gamay.
[ysa]