Berita

Dunia

HUBUNGAN INDONESIA-JEPANG

Yasuo Fukuda: Jepang Berharap Besar ke Indonesia

KAMIS, 13 MARET 2014 | 21:44 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Jepang menaruh harapan besar terhadap Indonesia, baik terkait masalah ekonomi dan investasi, maupun masalah stabilitas kawasan Asia Timur dan Asia Pasifik secara keseluruhan.

Harapan itu disampaikan mantan PM Jepang, Yasuo Fukuda dan Ketua Liga Parlemen Jepang-Indonesia, Toshirio Nikai, dalam pesta penyambutan terhadap Dubes RI untuk Jepang, Yusron Ihza Mahendra, kemarin waktu setempat (Rabu, 12/3).
 
"Kami gembira atas terus meningkatnya hubungan Jepang-Indonesia pada masa-masa belakangan ini dan berharap hubungan itu akan lebih meningkat lagi di masa mendatang," ujar mantan PM Yasuo Fukuda dalam sambutan saat pesta.


Menurut Fukuda, dirinya amat yakin harapan itu akan terpenuhi, apalagi Pemerintah Indonesia telah menunjuk Yusron, salah satu putra terbaiknya, menjadi Dubes RI di Jepang.

"Dubes Yusron adalah orang yang sudah saya kenal lama. Dia memiliki link yang luas serta kenalan yang banyak di kalangan politisi serta dunia usaha Jepang," kata Fukuda.

Masa tinggal Dubes Yusron selama 13 tahun di Jepang sebelum akhirnya kembali lagi ke negeri Sakura itu untuk menjadi Dubes RI, lanjut Fukuda, merupakan faktor yang amat penting. Hal tersebut, sambung dia, bukan saja membuat Dubes Yusron sempat dididik di lembaga pendidikan Jepang sehingga ia mengerti banyak tentang Jepang, melainkan sekaligus juga membuat ia sanggup berbahasa Jepang dengan baik sehingga memudahkan komunikasi dan interaksi dengan kalangan Jepang.

Toshihiro Nikai menyampaikan hal senada. Tokoh berpengaruh di Panitia Anggaran di Parlemen Jepang dan juga tokoh yang disebut-sebut sebagai sponsor utama berdirinya ERIA (Economic Research Institute for ASEAN and East Asia/Lembaga Riset Ekonomi Untuk ASEAN dan Asia Timur yang berkedudukan di Jakarta dan termasuk10 besar lembaga riset ekonomi dunia) itu, meyakini bahwa Indonesia akan dapat berperan lebih besar lagi di ASEAN.

Di sela-sela pesta, Nikai, Fukuda, dan Dubes Yusron, sempat berbicara tentang lembaga riset yang diharapkan akan menjadi semacam OECD (BadanEkonomi PBB) ala Asia itu.[dem]
 

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Kapolri Resmikan Laboratorium Uji Seragam untuk Tingkatkan Perlindungan

Rabu, 13 Mei 2026 | 00:17

MK Tolak Gugatan UU IKN, Ibu Kota RI Tetap Jakarta

Rabu, 13 Mei 2026 | 00:00

Menhut Gaungkan Pengakuan Hutan Adat di Markas PBB

Selasa, 12 Mei 2026 | 23:39

Rupiah Babak Belur, BI Kembali Sebut Kebutuhan Dolar Membludak

Selasa, 12 Mei 2026 | 23:12

Eks Kasat Narkoba Polres Kutai Barat Diduga jadi Kaki Tangan Bandar Narkoba Kelas Kakap

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:49

Laut dan Manusia Harus Saling Menjaga

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:39

Bleng-Blengan Sawah Blora, Cara Lama Petani Usir Tikus

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:28

Peradilan Berjalan, GMNI Tetap Minta Dibentuk TGPF Kasus Andrie Yunus

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:16

Menkop dan Wakil Panglima Kompak Kawal Operasional Kopdes

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:10

Masa Depan Hotel Mewah dan Pariwisata di Indonesia Tourism Xchange 2026

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:01

Selengkapnya