Berita

foto: net

Dunia

Dugaannya, MH370 Masih Terbang Empat Jam Setelah Hilang Kontak

KAMIS, 13 MARET 2014 | 15:23 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Tim investigasi Amerika Serikat memunculkan sebuah teori baru mengenai hilangnya pesawat Malaysia Airlines (MAS) penerbangan MH370.

Seperti dilansir The Guardian yang merujuk pada laporan Wall Street Journal pada Kamis (13/3), pesawat MAS berjenis Boeing 777-200 tersebut diduga masih terbang selama lebih dari empat jam setelah kehilangan kontak dengan pengatur lalu-lintas udara.

Penampakan definitif terakhir pesawat di radar sipil diketahui masih terdeteksi sebelum pukul 01.30 pada Sabtu dini hari (8/3), kurang dari satu jam setelah pesawat lepas landas dari Kuala Lumpur untuk menuju Beijing.


The Wall Street Journal, mengutip keterangan dari dua orang Amerika Serikat yang disebut memahami dan menginvestigasi hal tersebut, menyatakan bahwa pesawat diduga masih terbang sekitar empat jam lebih setelah kehilangan kontak. Namun, tidak melansir identitas kedua orang tersebut.

Keterangan tersebut didasarkan pada data otomatis yang diunduh dan dikirim kembali oleh pesawat yang hilang tersebut ke Rolls Royce, produsen mesin Boeing 777 di Amerika Serikat. Pengiriman data tersebut merupakan proses yang secara otomatis dilakukan sebagai bagian dari program pemeliharaan dan pemantauan rutin pesawat Boeing.

Sementara itu, Daily Mail menyebut bahwa tim kontra-terorisme Amerika Serikat mengkaji kemungkinan bahwa pesawat yang membawa total 239 orang tersebut dibawa ke lokasi lain yang dirahasiakan dengan maksud menggunakannya untuk tujuan lain.

Dengan waktu penerbangan lebih dari empat jam tersebut, pesawat mampu terbang untuk jarak tambahan sekitar 2.200 mil laut. Pakar terorisme pemerintah kini mengkaji kemungkinan adanya pilot atau orang lain yang mematikan transponder (transmitter responder) pesawat untuk menghindari adanya deteksi radar dan terbang ke lokasi lain.

Akan tetapi Wall Street Journal tidak menjelaskan apakah penyidik memiliki bukti terorisme atau pembajakan terkait temuannya tersebut. [ald]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Jokowi Sulit Mengelak dari Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15

UPDATE

Izin Dicabut, Toba Pulp Bongkar Dokumen Penghargaan dari Menteri Raja Juli

Rabu, 21 Januari 2026 | 18:08

Prabowo Hadiri Forum Bisnis dan Investasi di Lancaster House

Rabu, 21 Januari 2026 | 18:04

Bonjowi Desak KIP Hadirkan Jokowi dan Pratikno

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:57

15 Anggota Fraksi PDIP DPR Dirotasi, Siapa Saja?

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:50

Pramugari Florencia 13 Tahun Jadi Bagian Wings Air

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:35

Inggris Setuju Kerja Sama Bangun 1.500 Kapal Ikan untuk Nelayan RI

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:31

Bukan Presiden, Perry Warjiyo Akui yang Usul Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:30

Wakil Kepala Daerah Dipinggirkan Setelah Pilkada

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:22

Konflik Agraria di Kawasan Hutan Tak Bisa Diselesaikan Instan

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:20

Krisis Bukan pada Energi, tapi Tata Kelola yang Kreatif

Rabu, 21 Januari 2026 | 16:54

Selengkapnya