Berita

foto:alamy

Hati-hati, Gadget dan Kereta Dorong Hambat Perkembangan Anak

KAMIS, 13 MARET 2014 | 13:27 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Terlalu lama dan sering meletakkan anak di kereta atau kursi bayi berpotensi menghambat keterampilannya dalam berbicara, termasuk perkembangan fisiknya.

Hal tersebut disampaikan pakar tumbuh kembang otak anak, psikolog neuro yang juga direktur Institute for Neuro Physiological Psychology di Chester, Sally Goddard Blythe seperti dilansir Daily Mail pada Kamis (13/3).

Dijelaskan, ketergantungan yang berlebihan pada kereta bayi terutama yang menghadap ke depan dapat mengurangi waktu bagi anak berinteraksi dengan orang tua dan mengeksplorasi gerakan anak.


Efek serupa juga muncul dengan maraknya penggunaan tablet dan smartphone. Anak-anak menjadi tidak cekatan untuk bermain, bernyanyi, ataupun berbicara.

"Perhatian, keseimbangan dan koordinasi keterampilan yang dipelajari selama 36 bulan pertama kehidupan memerlukan dukungan pembelajaran kognitif dan berkaitan dengan kinerjanya di sekolah kelak," kata Blythe.

Ia mengingatkan bahwa anak membutuhkan kesempatan untuk bisa bergerak lebih agar bisa mengeksplorasi banyak hal. Selain itu, lanjut Blythe, anak juga butuh belajar mengenai interaksi sosial melalu berbagai cara seperti bernyanyi, berbicara, bahkan
dengan kontak mata sekalipun.

"Itu tidak akan terjadi jika seorang anak (diletakkan) di kereta bayi yang menghadap ke depan dan ibunya menggunakan smartphone-nya," jelasnya.

Blythe menambahkan bahwa kurangnya eksplorasi fisik dan interaksi sosial akan menyebabkan keterampilan fisik anak menjadi kurang matang. Dengan demikian, anak akan memiliki kemampuan yang kurang untuk tampil baik di tes kurikulum nasional, meskipun mungkin mereka cerdas.

Lebih lanjut ia menyebut bahwa penggunaan kereta bayi, kursi bayi, ataupun perangkat elektronik seperti tablet dan smartphone sebenarnya bukan masalah jika hanya digunakan sesekali waktu dan tidak berlebihan

"Mungkin ada budaya di kalangan orang tua generasi baru yang tidak memahami bahwa perangkat tersebut hanya boleh digunakan sebagai alat, bukan perangkat yang digunakan untuk menjaga bayi anda dalam waktu yang lama," jelasnya sambil menambahkan bahwa anak lebih membutuhkan eksplorasi gerak fisik seperti duduk, berbaring, dan merangkak untuk membantu koordinasi demi pengembangan jalur di otaknya yang menjadi fondasi fisik untuk pemecahan malasalah di kemudian hari.

Kepala eksekutif dari London Early Years Foundation, June O'Sullivan mempertegas pernyataan Blythe dengan menyebut bahwa tahun-tahun awal perkembangan anak adalah dasar bagi keberhasilannya mendatang, baik di sekolah, berinteraksi dengan teman-teman, bahkan membentuk kehidupannya ketika dewasa kelak.[wid]


Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Jokowi Sulit Mengelak dari Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15

UPDATE

Izin Dicabut, Toba Pulp Bongkar Dokumen Penghargaan dari Menteri Raja Juli

Rabu, 21 Januari 2026 | 18:08

Prabowo Hadiri Forum Bisnis dan Investasi di Lancaster House

Rabu, 21 Januari 2026 | 18:04

Bonjowi Desak KIP Hadirkan Jokowi dan Pratikno

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:57

15 Anggota Fraksi PDIP DPR Dirotasi, Siapa Saja?

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:50

Pramugari Florencia 13 Tahun Jadi Bagian Wings Air

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:35

Inggris Setuju Kerja Sama Bangun 1.500 Kapal Ikan untuk Nelayan RI

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:31

Bukan Presiden, Perry Warjiyo Akui yang Usul Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:30

Wakil Kepala Daerah Dipinggirkan Setelah Pilkada

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:22

Konflik Agraria di Kawasan Hutan Tak Bisa Diselesaikan Instan

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:20

Krisis Bukan pada Energi, tapi Tata Kelola yang Kreatif

Rabu, 21 Januari 2026 | 16:54

Selengkapnya