Berita

sby dan ani/net

Nusantara

Sesudah Tinjau Peternakan Sapi di Tuban, SBY Seberang ke Kudus

KAMIS, 13 MARET 2014 | 08:13 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Presiden SBY dan Ibu Negara Ani Yudhoyono pagi ini akan meninjau Bumi Peternakan Wahyu Utama, sekitar pukul 09.45 WIB di Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Bumi Peternakan Wahyu Utama merupakan peternakan sapi terbesar di Tuban dan memiliki 2 ribu ekor sapi. Mereka juga menghasilkan bio-energi yang dikirim untuk para peternak.

Dari Tuban, pukul 10.15 WIB, SBY dan rombongan menyeberang ke Jawa Tengah untuk melihat langsung pelaksanaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di RSUD Kabupaten Kudus. Jarak Tuban-Kudus ini sekitar 160 kilometer. Presiden SBY akan didampingi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Direktur RSUD Kudus Abdul Aziz Achyar. Setelah itu itu, Presiden diagendakan meneruskan kerjanya ke Kota Semarang.


Kunjungan kerja ke beberapa kota di Jatim dan Jateng ini merupakan rangkaian safari ke daerah yang biasa dilakukan Presiden SBY untuk melihat langsung kondisi lapangan dan memastikan pembangunan berjalan baik. Presiden meninggalkan Jakarta menuju Surabaya pada Selasa (11/3) siang. Jadi, ini adalah hari ketiga rangkaian kunjungan kerja tersebut. Malam ini, SBY akan menginap dan berkantor di Semarang.

Kemarin SBY dan rombongan meninjau gelar dan demo alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI-AL yang baru di Markas Komando Armada Kawasan Timur (Armatim) di Surabaya, malamnya SBY berziarah di Makam Sunan Drajat di Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan.

Seperti dilansir dari situs resmi presidenri.go.id, mendampingi kepala negara pada kunjungan kerja ini, antara lain, Mendikbud M. Nuh, Menteri BUMN Dahlan Iskan, Menteri PU Djoko Kirmanto, Menteri PPN/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana, Menkominfo Tifatul Sembiring, Menteri Perindustrian MS Hidayat, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, Seskab Dipo Alam, Ketua KEN Chairul Tandjung, Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan, dan Wakil Menteri Agama Nazarudin Umar. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya