Berita

rizal ramli

Insya Allah, Indonesia Bisa Mengejar Ketertinggalan Kurang dari 8 Tahun bila Dipimpin RR1

RABU, 12 MARET 2014 | 18:15 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pemilu 2014 harus menghasilkan pemimpin yang visioner, berkarakter, punya kompetensi, dan popularitas. Hanya pemimpin seperti itu yang bisa membawa Indonesia mengejar ketertinggalan dari bangsa-bangsa lain.

"Sekarang (pemimpin) hanya mengandalkan popularitas semata. Akibatnya, Indonesia terjerembab seperti Filipina, nggak kemana-mana," ujar ekonom senior, DR. Rizal Ramli dalam Debat Publik Capres Konvensi Rakyat di Balai Sudirman, Jakarta, Rabu (12/3).

Lebih lanjut, Menteri Ekonomi era Presiden Abdurrahman Wahid ini mengaku sudah punya resep jitu untuk mewujudkan impian bangsa menjadi negara maju dunia.


Dia membandingkan, Jepang butuh waktu hingga 25 tahun, Malaysia 20 tahun, China 15 tahun, dan Brazil 8 tahun untuk mengejar ketertinggalan dari negara Barat. Indonesia, dengan melaksanakan resep jitu yang miliknya bisa mengejar ketertinggalan hanya dalam waktu kurang dari 8 tahun.

"Insya Allah kalau Rizal Ramli jadi presiden, Indonesia akan jadi negara maju kurang dari 8 tahun," katanya.

"Gimana caranya? Ya tinggal pilih saja Rizal Ramli. Gitu saja kok repot," tandas Ketua Aliansi Rakyat untuk Perubahan yang belakangan disapa RR1 ini disambut tepuk tangan meriah. [zul]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya