Berita

Yusril Ihza Mahendra

Yusril: Panitia, Tolong Usir Salim Said!

RABU, 12 MARET 2014 | 16:04 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Debat Publik Capres Konvensi Rakyat digelar di Balai Sudirman, Jakarta, Rabu (12/3) berlangsung panas. Bahkan, salah seorang peserta sempat meminta salah seorang panelis keluar dari ruangan.

Percekcokan itu antara Ketua Dewan Syuro Partai Bulan Bintanag (PBB) Yusril Ihza Mahendra dan Salim Said yang saat itu menjadi panelis.

Insiden tersebut saat sesi tanya jawab. Awalnya, Salim Said bertanya alasan Yusril ikut Konvensi Rakyat padahal dia punya partai.


Mantan Mensesneg itu menjawab dengan santai bahwa dia ikut konvensi karena tidak ada larangan. Terlebih Konvensi ini bersifat terbuka. Yusril tidak memungkiri telah ditetappkan sebagai capres Partai Bulan Bintang (PBB).

"Karena dalam amanat UUD 1945 calon presiden harus diusulkan oleh partai politik peserta Pemilu. Apalagi saya seorang kader partai," ujarnya yang kala itu suasana masih tenang.

Salim kemudian melanjutkan pertanyaan. Kata dia, langkah apa yang akan ditempuh Yusril jika terpilih jadi presiden tapi tidak mendapat dukungan DPR. "Menghadapi DPR hanya butuh dua cara, diplomasi dan argumentasi," jawab Yusril.

Selain itu, ia juga mengaku sudah berpengalaman dalam menangani DPR karena telah tiga kali menjadi menteri.

Saat menjawab pertanyaan itu, tiba-tiba nada bicara Yusril meninggi. Ia kemudian berbalik bertanya ke Salim mengenai pendapat pengamat politik-militer itu soal syarat calon presiden harus memiliki 20 persen di DPR.

Salim menolak menjawab. Ia beralasan bahwa kapasitasnya saat itu adalah untuk bertanya dan bukan menjawab.

"Hak tersebut berhubungan dengan amandemen UUD 1945 dimana kedudukan MPR diturunkan dari lembaga tertinggi sehingga DPR menjadi sangat berkuasa," sanggah Salim.

Yusril mulai kesal. Ia merasa pertanyaan Salim soal dukungan DPR tidak layak ditanyakan. Terlebih Salim sudah tahu bahwa hal itu berhubungan dengan amandemen UUD 1945. Yusril dengan nada tinggi mengatakan, seharusnya pertanyaan tersebut ditujukan kepada yang mengamandemen UUD 1945.

"Amandemen kan bukan kerjaan saya. Tanya sama mereka," kesalnya.

"Panitia, tolong dibenarkan ini panelis. Kalau perlu keluarkan dia dari sini," kata Yusril sembari memandang ke arah panitia.

Selang beberapa menit kemudian Salim keluar dari Balai Sudirman tanpa mengucapkan sepatah katapun. [zul]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya