Berita

ilustrasi/net

Politik

TKI Asal Kupang di Serawak Dipastikan Meninggal Karena Faktor Alami

RABU, 12 MARET 2014 | 14:54 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

. Seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Oebelo Kupang, Nusa Tenggara Tengah meninggal pada Sabtu pekan lalu (8/3) di Serawak Malaysia.

TKI tersebut diketahui bernama Constanyo De Araujo berusia 31 tahun dan bekerja di perkebunan kelapa sawit di Sibu Serawak.

Menurut keterangan Konsuler di KBRI Malaysia, Marisa, di tubuh Constanyo tidak ditemukan tanda-tanda kejahatan dan polisi setempat pun telah menyatakan bahwa ia meninggal secara normal.


"Dia bukan meninggal karena dibunuh, dia meminggal secara normal," kata Marisa ketika dihubungi redaksi pada Rabu (12/3).

Marisa menuturkan bahwa pihak KBRI kerap dikabarkan oleh kepolisian setempat bila ada kematian yang mencurigakan dari warga negara Indonesia di Serawak. Namun untuk kasus kali ini, ia menegaskan bahwa
kematian TKI tersebut adalah karena faktor alami.

Namun untuk mengetahui lebih pasti mengenai penyebab kematiannya, jelas Marisa, jasad Castanyo, masih harus otopsi.

"Ada dua jenis otopsi, yaitu otopsi dokter biasa untuk mengetahui penyebab kematian, ada otopsi forensik untuk pengamatan lebih lanjut. Tapi untuk TKI tersebut akan menjalani otopsi dokter," ujarnya.

Lebih lanjut, staf KBRI Serawak lainnya, Ridwan menyebut bahwa otopsi dijadwalkan digelar pada Selasa (11/3) kemarin. "Tapi tidak jadi dilaksanakan karena menunggu izin dari pihak keluarga," jelasnya.

Ridwan menambahkan bahwa otopsi akan segera dilaksanakan setelah pihak keluarga memberikan surat keterangan persetujuan.

"Setelah ada surat persetujuan dari perwakilan keluarga, nanti akan diproses oleh polisi dan kemudian dilakukan otopsi," tutur Ridwan.

Jasad Constanyo sendiri saat ini dikabarkan masih berada di Rumah Sakit Umum Sibu, Serawak Malaysia. [rus]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Jokowi Sulit Mengelak dari Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15

UPDATE

Izin Dicabut, Toba Pulp Bongkar Dokumen Penghargaan dari Menteri Raja Juli

Rabu, 21 Januari 2026 | 18:08

Prabowo Hadiri Forum Bisnis dan Investasi di Lancaster House

Rabu, 21 Januari 2026 | 18:04

Bonjowi Desak KIP Hadirkan Jokowi dan Pratikno

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:57

15 Anggota Fraksi PDIP DPR Dirotasi, Siapa Saja?

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:50

Pramugari Florencia 13 Tahun Jadi Bagian Wings Air

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:35

Inggris Setuju Kerja Sama Bangun 1.500 Kapal Ikan untuk Nelayan RI

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:31

Bukan Presiden, Perry Warjiyo Akui yang Usul Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:30

Wakil Kepala Daerah Dipinggirkan Setelah Pilkada

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:22

Konflik Agraria di Kawasan Hutan Tak Bisa Diselesaikan Instan

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:20

Krisis Bukan pada Energi, tapi Tata Kelola yang Kreatif

Rabu, 21 Januari 2026 | 16:54

Selengkapnya