Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Nadjib Tun Razak mengajak semua orang untuk berdoa bagi kelancaran upaya pencarian pesawat Malaysia Airlines bernomor penerbangan MH370.
"Kita harus menggabungkan upaya pemerintah, bersatu dan berdoa. Kita harus memberikan dukungan kita dan Insya Allah apa yang kita doakan adalah informasi yang pada akhirnya bisa membawa kita menemukan pesawat dengan segera," kata Nadjib ketika diwawancara di stasiun TV Alhijrah hari ini (Rabu, 12/3) seperti dilansir kantor media Malaysia, Bernama.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk menghadapi musibah ini dengan tenang.
"Kita harus melakukan yang terbaik dengan seluruh sumber dan kekuatan yang kita miliki. Ini yang pemerintah tengah lakukan," jelasnya.
Nadjib mengingatkan, sekalipun saat ini telah ada teknologi canggih, namun mereka tetaplah manusia biasa yang lemah dan kecil.
"Boeing 777 sesungguhnya merupakan salah satu pesawat paling canggih dengan rekam jejak yang sangat baik. Kita memiliki seluruh pengalaman dalam menangani pesawat, namun tiba-tiba kita harus menerima bahwa kita adalah manusia biasa yang lemah dan kecil, kepada Allah kita serahkan," ujar Nadjib.
Ia mengaku dapat memahami apa yang tengah dirasakan oleh orang-orang yang anggota keluarganya berada dalam penerbangan MH370 tersebut. Mereka belum bisa puas dan tenang bila belum mendapatkan kabar akurat mengenai nasib anggota keluarga mereka.
"Keluarga yang bersangkutan juga harus menyadari bahwa kejadian itu benar-benar tak terduga dan kita harus memahami bahwa semua upaya sedang dilakukan dengan ketekunan," kata Nadjib.
"Namun sebagai Muslim, kita harus menerima kenyataan bahwa Allah menentukan segala sesuatu. Tantangan dari Allah datang tak peduli kapan, bahkan di saat kebahagiaan atau dalam kesusahan," lanjutnya.
Segala upaya yang dilakukan baik dari pemerintah Malaysia dibantu oleh sembilan negara lainnya dengan bantuan pesawat, kapal hingga perangkat berteknologi canggih untuk menemukan pesawat yang hilang kontak sejak Sabtu dini hari pekan lalu itu.
"Mudah-mudahan saya yakin kami akhirnya akan menemukan itu (
Insya Allah). Pertanyaan adalah kapan, tapi di bawah situasi saat ini, kita harus bersabar dan berdoa," demikian Nadjib.
[wid]