Berita

Prabowo Subianto/net

Politik

Sama dengan Pusat, Gerindra juga Paling Tajir di Sumut

RABU, 12 MARET 2014 | 12:21 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Tidak hanya di KPU Pusat, di KPU Sumatera Utara, Partai Gerindra juga paling kaya soal pundi-pundi dana kampanye Pemilu 2014. Partai besutan Prabowo Subianto ini memiliki dana kampanye sebesar Rp 47,7 miliar.

KPU Sumut mengumumkan laporan dana kampanye 12 partai politik peserta pemilu kemarin, (Selasa, 11/3). Pada papan pengumuman yang ditempelkan oleh KPU Sumut, jumlah laporan dana kampanye Gerindra melampaui partai lainnya seperti Demokrat dan Golkar.

Laporan ini sendiri menurut Komisioner KPU Sumut, Evi Novida Ginting merupakan total jumlah dari laporan tahap pertama dan kedua.


"Sejauh ini, sudah ada hasil rekapitulasi laporan dana kampanye partai politik. Semua sudah memperbaiki dan mengembalikan Jumat kemarin," katanya di KPU Sumut, Jalan Perintis Kemerdekaan, Medan, kemarin.

Dari segi data, kata Evi Novida, rekap dana kampanye ini sudah lebih baik dari sebelumnya. "Laporan pertama kan ada beberapa parpol yang masih nihil, pada periode kedua sudah lebih baik. Karena kita kan sudah sosialisasi ke peserta pemilu," sebutnya.

Dana kampanye parpol ini, lanjut Evi seperti dilansir dari MedanBagus.com, nantinya akan diserahkan kepada pihak Kantor Akuntan Publik untuk dicek kebenarannya.

Berikut data lengkap dana kampanye 12 partai politik di Provinsi Sumatera Utara:

Gerindra         Rp 47.708.339.060
Demokrat       Rp 28.285.600.387
Golkar            Rp 13.374.731.775
Nasdem          Rp   9.548.190.421
PAN               Rp   6.668.207.266
PPP                Rp   4.441.748.000
PKPI              Rp   3.774.322.676
PKS               Rp   3.561.992.000
Hanura            Rp   3.413.168.690
PDIP              Rp   2.103.815.700
PKB               Rp   1.541.559.500
PBB               Rp   1.077.025.904.

Untuk tingkat nasional seperti yang telah dilaporkan (laporan ke-II ditutup 2 Maret) ke KPU Pusat berikut urutannya; Gerindra Rp 306 miliar, Demokrat Rp 268 miliar, PDIP Rp 220 miliar, Golkar Rp 174 miliar, PAN Rp 170 miliar, Hanura Rp 140 miliar, NasDem Rp 97 miliar , PKS Rp 82 miliar, PKB Rp 69 miliar, PBB Rp 47,6 miliar, dan terakhir PKPI Rp 29 miliar. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya