Berita

Dunia

Presiden Ukrania: Referendum Tak akan Terjadi di Krimea

RABU, 12 MARET 2014 | 11:34 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden sementara Ukraina, Oleksandr Turchynov mengatakan bahwa pihaknya tidak akan mengintervensi militer di Krimea terkait rencana penyelenggaraan referendum.

Parlemen wilayah otonomi Krimea sebelumnya telah mengadopsi deklarasi kemerdekaan dari Ukraina dan dituangkan dalam referendum. Referendum tersebut berisi pemisahan diri Krimea dari Ukraina. Dengan demikian, Krimea bisa bergabung dengan Federasi Rusia. Pemungutan suara akan digelar pada Minggu (16/3) mendatang.

"Kami tidak bisa melancarkan operasi militer di Krimea, karena kami akan mengekspos perbatasan timur (dekat dengan Rusia) dan Ukraina tidak akan dilindungi," tegasnya dalam wawancara eksklusif dengan AFP seperti dilansir pada Rabu (12/3).


"Unit-unit tank signifikan berkumpul di dekat perbatasan timur Ukraina," imbuh Turchynov mengacu pada pasukan Rusia yang berjaga di
Krimea.

Menurut dia, keberadaan pasukan Rusia terutama yang berada di wilayah Krimea bertujuan memprovokasi Ukraina untuk melakukan intervensi.

"Kita tidak bisa mengikuti skenario yang ditulis oleh Kremlin," jelasnya.

Turchynov yang baru memimpin bulan lalu setelah gelombang protes besar-besaran menumbangkan presiden sebelumnya itu menuding bahwa rencana pemungutan suara atas referendum Krimea merupakan bentuk tipuan.

"Ini tipuan, sebagian besar orang Krimea akan memboikot provokasi ini," tekannya.

"Apa yang mereka sebut referendum tidak akan terjadi di Krimea, kecuali di kantor Kremlin (Rusia)," lanjut Turchynov.

Lebih lanjut ia menyebut bahwa referendum hanya merupakan akal-akalan pihak Rusia.

"Pasukan Rusia tidak berniat mengadakan referendum, mereka hanya akan
memalsukan hasil," tudingnya sambil menuding bahwa tidak akan ada negara beradab yang mengakui hasil referendum tersebut.[wid]


Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Jokowi Sulit Mengelak dari Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15

UPDATE

Izin Dicabut, Toba Pulp Bongkar Dokumen Penghargaan dari Menteri Raja Juli

Rabu, 21 Januari 2026 | 18:08

Prabowo Hadiri Forum Bisnis dan Investasi di Lancaster House

Rabu, 21 Januari 2026 | 18:04

Bonjowi Desak KIP Hadirkan Jokowi dan Pratikno

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:57

15 Anggota Fraksi PDIP DPR Dirotasi, Siapa Saja?

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:50

Pramugari Florencia 13 Tahun Jadi Bagian Wings Air

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:35

Inggris Setuju Kerja Sama Bangun 1.500 Kapal Ikan untuk Nelayan RI

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:31

Bukan Presiden, Perry Warjiyo Akui yang Usul Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:30

Wakil Kepala Daerah Dipinggirkan Setelah Pilkada

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:22

Konflik Agraria di Kawasan Hutan Tak Bisa Diselesaikan Instan

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:20

Krisis Bukan pada Energi, tapi Tata Kelola yang Kreatif

Rabu, 21 Januari 2026 | 16:54

Selengkapnya