Berita

AMM: Toleransi Dasar Pemersatu Bangsa‬‪‬!

RABU, 12 MARET 2014 | 09:32 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Calon Presiden Konvensi Partai Demokrat Ali Masykur Musa menyatakan bahwa Indonesia adalah satu, tidak ada yang lebih unggul antara kaum mayoritas atau minoritas. Oleh karena itu, untuk mencegah konflik horizontal terjadi di tanah air, bukan hanya dibutuhkan pendekatan keamanan, tetapi harus terlebih dahulu menggunakan pendekatan budaya dengan komunikasi sebagai senjata utamanya.

"Pendekatan budaya dan mediasi sebagai wujud komunikasi para pihak yang berkonflik kerap kali dipinggirkan. Padahal, dalam iklim demokrasi, mediasi berbudaya adalah jalan bersama untuk menjembatani kesenjangan sosial dan ketidakadilan, terutama terjadinya marjinalisasi politik. Sehingga dikotomi mayoritas minoritas tidak terjadi lagi di masa mendatang. Indonesia adalah satu," terang Ali, dalam Debat Bernegara Konvensi Partai Demokrat di Islamic Center Ambon, kemarin (Selasa, 11/3).‬

‪Ali menerangkan, ketidakadilan akses sosial, ekonomi dan politik adalah penyebab konflik horizontal. Contoh yang paling kentara adalah konflik terkait pemilihan kepala daerah dan pemekaran wilayah sebagai imbas penerapan otonomi daerah (Otda). Sudah tidak terhitung berapa banyaknya konflik antarwarga yang terjadi karena pemilukada.


Padahal, pemilihan pemimpin daerah secara langsung merupakan salah satu indikator dari keberhasilan demokrasi dari bawah. Selain itu, banyaknya terjadi pemekaran di negeri ini, ternyata berbanding lurus dengan intensitas konflik yang terjadi. Hal ini sungguh disayangkan, padahal keberlangsungan Otda begitu esensial bagi transisi demokrasi bangsa ini pasca rezim otoritarian.

"Keadilan menjadi kata kunci dalam proses resolusi konflik. Tidak ada satupun rakyat Indonesia dimanapun mereka berada yang tidak ingin mendapatkan keadilan," urai Ketua Umum Ikatan Sarjana NU ini.‬

‪Oleh karena itu, untuk mempercepat penyelesaian konflik horizontal, Ali merasa bahwa model penanganan masalah harus bergeser untuk benar-benar menyentuh problem mendasar yang terjadi di tengah masyarakat. Himbauan, arahan, dan pernyataan dari pemerintah harus disinergiskan dengan kemampuan otoritas sipil politik lokal dalam membuka pintu komunikasi dan mendorong upaya mediasi budaya melalui kesepakatan damai yang adil dan setara antara pihak yang bertikai.

"Pemerintah dan masyarakat tidak boleh hidup sendiri-sendiri. Dalam penanganan masalah apapun, masyarakat luas harus terlibat bersama pemerintah untuk mengatasinya. Indonesia adalah negara gotong royong. Pemerintah tidak boleh meninggalkan rakyatnya sendirian," tegasnya.‬

Selain itu, menurut Ali, untuk mencegah konflik terjadi, masyarakat Indonesia perlu memperkuat kembali etos kebangsaan yang kental akan prinsip pluralisme.

"Kita perlu menengok kembali perjuangan para pendiri bangsa untuk merumuskan Pancasila sebagai dasar negara dengan lima prinsip yang menjamin kerukunan nasional berbasis kemajemukan dan pluralisme. Dari situ, kita berangkat untuk memperkuat  ketahanan nasional di segala aspek kehidupan. Dimulai dari aspek ideologi kebangsaan yang akan menjalar ke aspek kehidulan lainnya. Sehingga bangsa ini mempunyai ketahanan yang lentur namun tetap kuat, tidak mudah dipatahkan oleh kekuatan yang mengancam integrasi bangsa," tandas Capres dengan Visi Indonesia Adil, Makmur, dan berMartabat ini.[dem]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

4 Lapis Kegagalan PSSI dan Otoritas Liga

Jumat, 19 Juni 2026 | 02:18

Air Zamzam Jemaah Haji akan Didistribusikan di Tanah Air

Jumat, 19 Juni 2026 | 02:00

Gibran Prioritaskan Program MBG di Wilayah 3T

Jumat, 19 Juni 2026 | 01:21

Ceko Kontra Afsel Berbagi Skor 1-1

Jumat, 19 Juni 2026 | 01:19

Wamendes Dorong Intelektual Muda Mendukung Pembangunan Desa

Jumat, 19 Juni 2026 | 01:00

MBG Bermanfaat untuk Masa Depan Anak-anak

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:26

Bomba Sayang Bumi Bagikan Bibit Tanaman di Muara Enim

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:11

Rupiah Tak Bisa Kuat hanya dengan Kebijakan Moneter

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:00

Warga Papua Surati Presiden Prabowo Minta Atensi Kasus Lahan Rp50 Miliar

Kamis, 18 Juni 2026 | 23:51

Kinerja Mendag Budi Santoso Harus Dievaluasi Demi Akselerasi Ekonomi

Kamis, 18 Juni 2026 | 23:37

Selengkapnya