Komunikasi terakhir pesawat Malaysia Airlines MH370 yang terbang dari Kuala Lumpur menuju Beijing, China, hari Sabtu lalu (8/3) tercatat pukul 1.30 dinihari. Saat itu posisi pesawat berada di atas lautan di antara Malaysia dan Vietnam.
Bukan hanya komunikasi verbal yang terputus, MH370 pun berhenti memberikan sejumlah data penting penerbangan seperti ketinggian, arah dan kecepatan. Tetapi pesawat masih terlihat di dalam jangkauan radar selama 1 jam 10 menit sejak komunikasi terakhir itu. Satu jam terakhir itu, MH 370 terbang dalam sepi.
Setelahnya, Boeing 777 200ER yang membawa 227 penumpang dan 12 kru itu pun hilang dari radar. Diperkirakan posisi terakhir ada di Selat Malaka, karena pesawat memutar arah dan kelihatannya mencoba kembali ke Kuala Lumpur.
Informasi detail ini diperoleh
CNN dari seorang pejabat Angkatan Udara Kerajaan Malaysia yang tidak bersedia disebut namanya karena merasa tidak otoritatif menyampaikan hal ini.
Mantan pilot Boeing 777 Mark Weiss, kepada
CNN mengatakan bahwa informasi itu memperlihatkan ada yang tidak beres dalam perjalanan sehingga memaksa pilot MH370 menjauh dari tujuan.
Pakar penerbangan lainnya, mantan pilot Kit Darby, masih kepada
CNN, mengatakan bahwa kemungkinan ada masalah dengan mesin dan tenaga pesawat.
"Sangat alami (bila pilot mengalami masalah dengan mesin) ia akan kembali ke bandara yang dia kenal," ujarnya.
Darby juga menambahkan, tenaga cadangan pesawat bisa bertahan sekitar satu jam.
"Masih banyak kemungkinan lain di luar sana, mungkin lebih banyak lagi, sekarang kita tahu bahwa transponder pesawat itu mati juga informasi tentang berapa lama pesawat terbang tanpa transponder," ujar analis keamanan
CNN Tom Fuentes.
[dem]