Hasil survei sejumlah lembaga yang digelar belakangan ini masih menunjukkan elektabilitas Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di bawah lima persen.
Bahkan hasil yang baru dirilis Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Minggu kemarin, menunjukkan bahwa PKS hanya mengantongi elektabilitas sebesar 4,5 berada di urutan kedelapan di bawah di bawah PDIP, Golkar, Demokrat, Gerindra, PKB, PPP, dan PAN.
Menanggapi hal tersebut, politikus PKS Ahmad Heryawan mengatakan elektabilitas partainya sebenarnya lebih tinggi dari temuan hasil-hasil survei.
"Hasil survei internal (menunjukkan PKS) di atas survei yang ada," katanya saat berkunjung ke redaksi Rakyat Merdeka di gedung Graha Pena, Jakarta, Selasa (11/3).
Gubernur Jawa Barat yang akrab disapa Aher ini mengakui bahwa dirinya belum memperbaharui informasi mengenai hasil survei internal terbaru. Akan tetapi ia memastikan bahwa survei internal elektabilitas PKS di Jawa Barat telah mencapai 14 persen.
"Jawa Barat 14 persen," katanya.
Survei internal tersebut, diakui Aher, telah dilakukan dengan seobjektif mungkin.
Aher lebih lanjut menjelaskan bahwa pada Pemilu 2004 dan 2009 lalu, hampir semua lembaga survei merilis data yang menyebut elektabilitas PKS rendah. Namun setelah pemilu, PKS justru mengantongi suara yang lebih tinggi dari pada yang dilansir lembaga-lembaga survei.
"2004 tidak ada survei yang bilang PKS di atas 3 persen. Faktanya kita dapat 7,4 (persen)," jelas Aher.
Oleh karena itu, ia masih optimis bahwa PKS akan kembali mampu mematahkan angka-angka yang dirilis sejumlah lembaga survei tersebut. "Mari kita buktikan survei-survei seperti 2004 dan 2009 lalu," tandasnya.
[zul]