Berita

Aher: Elektabilitas PKS di Jawa Barat 14 Persen

SELASA, 11 MARET 2014 | 17:38 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Hasil survei sejumlah lembaga yang digelar belakangan ini masih menunjukkan elektabilitas Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di bawah lima persen.

Bahkan hasil yang baru dirilis Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Minggu kemarin, menunjukkan bahwa PKS hanya mengantongi elektabilitas sebesar 4,5 berada di urutan kedelapan di bawah di bawah PDIP, Golkar, Demokrat, Gerindra, PKB, PPP, dan PAN.

Menanggapi hal tersebut, politikus PKS Ahmad Heryawan mengatakan elektabilitas partainya sebenarnya lebih tinggi dari temuan hasil-hasil survei.


"Hasil survei internal (menunjukkan PKS) di atas survei yang ada," katanya saat berkunjung ke redaksi Rakyat Merdeka di gedung Graha Pena, Jakarta, Selasa (11/3).

Gubernur Jawa Barat yang akrab disapa Aher ini mengakui bahwa dirinya belum memperbaharui informasi mengenai hasil survei internal terbaru. Akan tetapi ia memastikan bahwa survei internal elektabilitas PKS di Jawa Barat telah mencapai 14 persen.

"Jawa Barat 14 persen," katanya.

Survei internal tersebut, diakui Aher, telah dilakukan dengan seobjektif mungkin.

Aher lebih lanjut menjelaskan bahwa pada Pemilu 2004 dan 2009 lalu, hampir semua lembaga survei merilis data yang menyebut elektabilitas PKS rendah. Namun setelah pemilu, PKS justru mengantongi suara yang lebih tinggi dari pada yang dilansir lembaga-lembaga survei.

"2004 tidak ada survei yang bilang PKS di atas 3 persen. Faktanya kita dapat 7,4 (persen)," jelas Aher.

Oleh karena itu, ia masih optimis bahwa PKS akan kembali mampu mematahkan angka-angka yang dirilis sejumlah lembaga survei tersebut. "Mari kita buktikan survei-survei seperti 2004 dan 2009 lalu," tandasnya. [zul]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Jokowi Sulit Mengelak dari Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15

UPDATE

Izin Dicabut, Toba Pulp Bongkar Dokumen Penghargaan dari Menteri Raja Juli

Rabu, 21 Januari 2026 | 18:08

Prabowo Hadiri Forum Bisnis dan Investasi di Lancaster House

Rabu, 21 Januari 2026 | 18:04

Bonjowi Desak KIP Hadirkan Jokowi dan Pratikno

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:57

15 Anggota Fraksi PDIP DPR Dirotasi, Siapa Saja?

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:50

Pramugari Florencia 13 Tahun Jadi Bagian Wings Air

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:35

Inggris Setuju Kerja Sama Bangun 1.500 Kapal Ikan untuk Nelayan RI

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:31

Bukan Presiden, Perry Warjiyo Akui yang Usul Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:30

Wakil Kepala Daerah Dipinggirkan Setelah Pilkada

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:22

Konflik Agraria di Kawasan Hutan Tak Bisa Diselesaikan Instan

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:20

Krisis Bukan pada Energi, tapi Tata Kelola yang Kreatif

Rabu, 21 Januari 2026 | 16:54

Selengkapnya